
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Jumat, (23/09/2016) Balai Besar Wilayah II telah menyelenggarakan Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural yang ke lima di lingkup wilayah II. Bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Sekretaris Utama BMKG, Dr. Widada Sulistya, DEA, adapun yang menandatangani berita acara serah terima jabatan dan penyerahan memori serah terima jabatan adalah Bambang Suyantoko, S.Si selaku Kepala Stasiun Met. Kelas III Budiarto Curug yang menyerahkan jabatan dan tanggung jawabnya kepada M. Agus Fitrianto, ST yang sebelumnya menduduki Kepala Sub Bagian TU Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta Cengkareng dan Saat ini Posisi tersebut diduduki oleh Eko Budianto, S.Kom. Acara serah terima jabatan diikuti oleh Pejabat Struktural BMKG Pusat, KUPT SeJabodetabek dan Balai Besar Wilayah II serta Pegawai Stasiun Meteorologi Curug, acara berlangsung dengan sederhana namun khidmat dan khusyuk sehingga tidak mengurangi keabsahan administrasinya. Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Utama BMKG dalam sambutannya memberikan arahan bahwa tidak semua pegawai bisa menduduki jabatan struktural namun melalui proses tahapan – tahapan penilaian dalam asesmen yang mencakup tiga kompetisi diantaranya Manajerial, Integritas dan Sosial Budaya.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.