
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Pontianak, Selasa (27/9/2016)Stamet Supadio menyelenggarakan kegiatan Serah terima jabatan yang dilaksanakan di gedung MEWS Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak Kalimantan Barat. Dalam acara ini yang bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala BBMKG Wilayah II, Joko Siswanto, S.Sos. Pejabat yang menandatangani berita acara serah terima jabatan dan penyerahan memori serah terima jabatan antara lain ; Tejo Aristono, S.E selaku Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Paloh menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada Subandriyo,S.P yang sebelumnya menjabat sebagai Kasie Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas II Siantan. Selanjutnya Subandriyo,S.P menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada Ismaharto Adi,S.Kom yang sebelumnya sebagai PMG Muda Stasiun Klimatologi Siantan. Markus,S.E selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Stasiun Klimatologi Kelas II Siantan menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada Angga Maulana,S.E yang sebelumnya menjabat sebagai administrasi Keuangan UPT Stasiun Kelas I Supadio Pontianak. Upacara dihadiri oleh KUPT wilayah Kalimantan Barat beserta staf Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.