
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Surabaya – Selasa (7/8), Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya melaksanakan kegiatan pembukaan Sekolah Lapang Nelayan 2018 Provinsi Jawa Timur di Gedung Serba Guna P2SKP Tamperan Pacitan. Acara resmi dibuka oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG Drs. R. Mulyono Rahadi Prabowo, M.Sc dan dihadiri oleh Anggota Komisi V DPR RI Drs. H. Gatot Sudjito, M.Si, Wakil Bupati Pacitan Drs. H. Yudi Sumbogo, Koordinator MKG Provinsi Jawa Timur, Kepala UPT BMKG se-Provinsi Jawa Timur, serta kepala Dinas terkait di kabupaten pacitan.
SLN tahun 2018 Provinsi Jawa Timur diikuti oleh 45 peserta, yang terdiri dari Penyuluh Perikanan, Ketua kelompok Nelayan, serta Nelayan dari berbagai daerah di jawa Timur.
Anggota Komisi V DPR RI Drs. H. Gatot Sudjito, M.Si memberikan apresiasi kepada tim dari Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya atas terselenggaranya kegiatan SLN 2018 Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan dari tanggal 6-8 Agustus 2018, serta memberikan motivasi kepada peserta agar semangat dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan SLN yang diisi dengan berbagai materi tentang ilmu meteorologi dan produk informasi BMKG yang berhubungan dengan aktifitas nelayan. Bapak Sigit salah satu peserta SLN yang berasal dari kelompok nelayan Nglorok Pacitan mengatakan bahwa kegiatan seperti ini harus sering dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak peserta karena sangat bermanfaat khususnya bagi nelayan tangkap.
Kebutuhan yang cukup tinggi dari nelayan terhadap informasi cuaca menjadi pemicu semangat tim Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya untuk meningkatkan kualitas layanan serta inovasi dalam mendiseminasikan informasi meteorologi maritim hingga dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.