
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Pangkalpinang, Rabu (1/6) Stasiun Meteorologi Klas I Pangkalpinang menyelenggarakan Kegiatan Sekolah Lapang Iklim tahap II Gelombang I Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diikuti 25 orang peserta dari Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan se Kabupaten Bangka dan dilaksanakan pada tanggal 29 Mei – 01 Juni 2016 di Hotel Soll Marina Pangkalpinang. Hadir dalam pembukaan Kepala Sub Bidang Desiminasi Informasi Agroklimat dan Iklim BMKG Marjuki, S.Si., Kepala Stasiun Meteorologi Pangkalpinang Mohammad Nurhuda, S.T. dan Yanuar Henry Pribadi, M.Si. dari Stasiun Klimatologi Pondok Betung sebagai narasumber, serta pegawai Stasiun Meteorologi Pangkalpinang. Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Mohammad Nurhuda, S.T menyampaikan kegiatan Sekolah Lapang Iklim yang dilaksanakan oleh Stasiun Meteorologi Klas I Pangkalpinang bertujuan untuk membuat kerjasama-kerjasama yang lebih aplikatif dalam usaha mencapai ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini akan selaras dengan tema Sekolah Lapang Iklim tahap II yang diadakan yaitu `Pemanfaatan informasi iklim untuk ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung`. Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, diharapkan peserta mampu menerapkan kerangka pemahaman dan manfaat tentang informasi iklim. Selain itu, peserta diharapkan dapat mengantisipasi serta tanggap terhadap kondisi apabila terjadi iklim ekstrim, sehingga pada akhirnya semakin banyak dinas terkait yang tanggap dan sadar akan adanya kondisi yang abnormal atau diluar kebiasaan sehingga berdampak terhadap kegiatan pertanian, perkebunan, dan kegiatan lainnya terkait ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.