
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Pangkep, Rabu (20/04/2016) Stasiun Klimatologi Klas I Maros menyelenggarakan acara Pembukaan dan penanaman perdana pada Kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tahap III Tahun 2016 dengan tema “Dengan Memahami Iklim Kita Tingkatkan Usaha Tani Yang Lebih Ekonomis Guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani“. Kegiatan diselenggarakan di Desa Panaikang Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep. Acara ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan sekolah lapang iklim dengan peserta 25 orang petani dari beberapa kelompok tani di desa panaikang. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pangkep Ir. Hj. Sriwaty Masud, M.Hum didampingi Kepala Stasiun Klimatologi Klas I Maros dan Kepala Balai Besar MKG Wilayah IV Drs. Rivai Marulak. Turut hadir dalam acara tersebut Perwakilan Balai Besar Tanaman Pangan Dan Hortikultura Propinsi Sulawesi Selatan, Perwakilan Badan Penyuluh Kab. Pangkep, Perwakilan Kodim Pangkep, Perwakilan Polres Pangkep, Para Kepala UPT dan Pejabat Struktural BMKG di Wilayah Sulawesi Selatan, Camat Minasatene dan Kepala Desa Panaikang, Penyuluh dan POPT Kec. Minasatene dan Pers.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.