
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Blitar, Senin (27/03/2017) Stasiun Klimatologi Malang menyelenggarakan acara Pembukaan Kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tahap 3 Tahun 2017 bertempat di Desa Sumbersari Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar. Acara ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan sekolah lapang dengan peserta 40 anggota kelompok tani.
Rangkaian acara pembukaan diawali dengan penanaman secara simbolis yang dilakukan oleh Bupati Blitar dan Deputi Bidang Meteorologi BMKG.
Deputi Bidang Meteorologi DR. Yunus Subagyo Swarinoto, M.Si dalam kesempatan ini menyampaikan “bahwa dalam kegiatan SLI Tahap III ini melibatkan Pemerintah Daerah Blitar melalui peran penyuluh pertanian lapangan dan Stasiun Klimatologi Malang dalam peningkatan pemahaman petani dalam memanfaatkan informasi iklim secara tepat guna, memahami keterkaitan iklim dengan hama penyakit, serta kearifan lokal“.
Bupati Blitar dalam sambutannya sekaligus membuka rangkaian acara dan penyematan tanda peserta secara simbolis menyampaikan betapa besar manfaat yang didapat dalam kegiatan sekolah lapang ini sehingga diharapkan para peserta dapat memanfaatkan setiap pembelajaran yang didapat dari BMKG. Pada kesempatan ini anggota Komisi V DPR-RI Hj. Sadarestuwati, SP, M.MA turut menghadiri pembukaan dan memberikan sambutan.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.