
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Yogyakarta, (27 Juni 2019) – Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tahap II. Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Ibu Reni Kraningtyas, SP., M.Si berkesempatan membuka acara dimaksud. dengan mengusung tema “Sekolah Lapang Iklim Kita Tingkatkan Kemampuan Adaptasi Iklim Petani” SLI Tahap II kali ini diselenggarakan di Hotel Tara Kota Yogyakarta, dimana diikuti oleh 26 peserta terdiri dari 18 petugas PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan 8 petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pembukaan SLI Tahap II ini dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Wilayah II Bapak Anton Daud, S.Si, dimana dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa SLI Tahap II ini merupakan media pembelajaran terkait cuaca iklim kepada para penyuluh pertanian. Sangat penting bagi penyuluh pertanaian untuk menggali secara mendalam terkait materi yang diberikan sehingga bermanfaat dalam mendukung pekerjan mereka.
Kegiatan SLI Tahap II ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul Bapak Ir. Bambang Wisnu Broto, dimana dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih kepada BMKG yang telah menyelenggarakan SLI Tahap II dimana seluruh pesertanya adalah PPL dan POPT Kabupaten Gunung Kidul. Berdasarkan pengalaman beliau, bahwa SLI Iklim dapat meningkatkan kapasitas petani dalam menyikapi kondisi iklim terlebih iklim di Kabupaten Gunung Kidul beriklim kering.
Beliau berpesan kepala para peserta SLI untuk dapat mengikuti SLI ini dengan baik agar supaya ilmu yang diperoleh dapat mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Kabupaten Gunung Kidul.
SLI Tahap II ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta SLI dalam memahami informasi BMKG, namun juga para peserta diharapkan dapat menularkan pengetahuannya kepada penyuluh lain yang belum mengikuti kegiatan SLI BMKG sehingga terjadi pemerataan dan pemahaman yang sama terkait informasi BMKG.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.