
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Bukittinggi – Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) Kualitas Udara di Hotel Grand Denai Bukittinggi Sumatera Barat, 3 – 5 Maret 2020. SLI Kualitas Udara dibuka oleh Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG Drs. Nasrullah dan didampingi oleh Asisten Bidang Pemerintahan yang mewakli Walikota Bukittinggi Ir. Novrianto CH serta Kepala Stasiun GAW Bukit Kototabang .
SLI Kualitas Udara mengusung tema “Pengenalan dan Pemahaman Informasi Iklim dan Kualitas Udara dalam menghadapi Dampak Perubahan Iklim” diikuti sebanyak 25 peserta yang berasal dari berbagai unsur, yakni Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD se-Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, serta kalangan akademisi dan tokoh masyarakat.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.