
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Semarang (28/3-2017), Bertempati Hotel GranDhika Dilaksanakan Rapat Koordinasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Wilayah II dengan Tema “ Dengan Rakorwil Balai Besar Wilayah II Tahun 2017, Kita Wujudkan Perencanaan Program dan Penyusunan Anggaran Yang Efektif, Efisien, dan Akuntabel Untuk Penuntasan Pondasi Modernisasi Layanan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika “
Kegiatan diawali dengan laporan Kepala Balai Besar Wilayah II oleh Joko Siswanto, S. Sos dan dilanjutkan dengan pembukaan RAKORWIL oleh Bp. Drs. R. Mulyono R Prabowo, M. Sc selaku Deputi Bidang Klimatologi dan Peserta dihadiri oleh 106 orang dari lingkungan BMKG Wilayah II, dan BMKG Pusat. Dalam waktu yang sama juga dilaksanakan Serah Terima Jabatan Para Kepala Stasiun di lingkungan BMKG Balai Wilayah II
Adapun tujuan dilaksanakan Rapat Koordinasi wilayah adalah sebagai tindak lanjut program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang Rencana Pembangunan BMKG, juga merekap permasalahan dan kendala dalam pelaksanaan anggaran tahun 2017 dan perencanaan tahun 2018 ditingkat Satker maupun Wilayah dilingkungan Bawil II.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.