
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Sorong – Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Sorong menggelar pelatihan potensi dasar SAR di Kota Sorong selama tiga hari, (21-23/10/2019). Pelatihan kali ini diikuti oleh seluruh personel SAR Sorong,BMKG Sorong, TNI/POLRI dan relawan dikota sorong.
Kegiatan diawali dengan dialok interaktif di TV lokal sorong dengan menampilkan narasumber dari stasiun Meteorlogi Kelas I DEO Sorong Romi Marsell, M.Sc dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi SAR Daerah Tahun 2019 yang berlangsung di Hotel Vega Sorong, Dengan pembicara dari kepala kantor Pertolongan dan Pencarian Sorong.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I DEO Sorong Indar Adi Waluyo, S.Si yang menjadi pemateri pada Rapat koordinasi SAR 2019 memaparkan tentang tugas pokok dan fungsi BMKG adalah memberikan informasi cuaca dalam beberapa hari kedepan bahkan beberapa jam kedepan. Selain itu juga memberikan informasi terkait prakiraan cuaca di bandara, pembuatan prakiraan cuaca di Wilayah Propinsi Papua Barat dan prakiraan cuaca Wilayah perairan.
Kegiatan yang diakhiri dengan latihan penyelamatan dilaut, pada pelatihan ini diawali dengan pengecekan personil dengan penyampaian fungsi dan tugas masing masing instansi terlibat sesuai teori yang diberikan pada waktu pelatihan sekaligus disimulasikan.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.