
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Bandung – Jumat, (28/9), Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D, Menjadi Narasumber dan Dosen Tamu pada Kegiatan Seminar Guest Lecture yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB di Gedung CRCS ITB.
Dalam kegiatan yang bertema Program Ilmu Kebumian menuju Indonesia emas 2045, Kepala BMKG menyampaikan presentasi tentang Karya dan Inovasi BMKG menuju Indonesia emas 2045 dibidang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, yang diwujudkan dengan inovasi BMKG dalam pelayanan informasi peringatan dini cuaca ekstrem, iklim ekstrem, peringatan dini tsunami dan informasi gempa bumi berbasis big data, artificial intelligence. Sehingga layanan informasi BMKG semakin memenuhi harapan seluruh masyarakat Indonesia dan mewujudkan indonesia yang aman dan sejahtera.
Selain Kepala BMKG, terdapat 2 narasumber berikutnya, yaitu Wahyu Widodo Pandoe Deputi Bidang TIRBR BPPT dan M. Zaini Alif dari ITB.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.