
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Banda Aceh – Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin, S.Si, M.Sc didampingi staf operasional melakukan kunjungan ke Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dalam rangka menjalin koordinasi perihal pemasangan Peralatan Peringatan Dini Sirine Tsunami BMKG. Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (13/7), ini disambut baik oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBA Aceh Dr. Ir. Ilyas, MP.
Pada pertemuan tersebut Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar menyampaikan rencana kegiatan BMKG dalam hal memperkuat sistem peringatan dini tsunami melalui pembaharuan Peralatan Peringatan Dini Sirine Tsunami BMKG di wilayah Aceh. Andi Azhar Rusdin menyampaikan BMKG akan melakukan pemasangan sirine tsunami di 4 lokasi diantaranya 2 lokasi di Kota Banda Aceh dan 2 lokasi di Kabupaten Aceh Besar, dimana pemasangan sirine tersebut merupakan pembaharuan dari peralatan sirine tsunami sebelumnya dan kedepannya akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah.
Terkait hal tersebut Kalaksa BPBA Aceh, Illyas mengapresiasi kunjungan yang dilakukan oleh BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar. Terkait pemasangan peralatan sistem peringatan dini tsunami. Illyas mengatakan bahwa informasi-informasi dari BMKG sangat dibutuhkan oleh masyarakat Aceh, utamanya peringatan dini tsunami untuk keselamatan masyarakat mengingat potensi gempabumi dan tsunami di wilayah Aceh khususnya di sebelah barat dan utara Aceh. Harapannya, pemasangan sirine tersebut dapat menguatkan sistem peringatan dini tsunami di wilayah Aceh.
BMKG berharap Pemerintahan Daerah dapat menerima dan memanfaatkan perangkat peralatan peringatan dini tsunami ini sebagai upaya peningkatan percepatan penyebarluasan arahan perintah evakuasi kepada masyarakaat saat terjadi tsunami.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.