
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Kulon Progo, 23 Maret 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Meteorologi Dunia (HMD) ke-75 yang mengusung tema “Bersama-sama Menutup Kesenjangan Sistem Peringatan Dini”, Stasiun Geofisika Sleman melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (22/03).
Kegiatan ini difokuskan pada penyegaran dan peningkatan pemahaman petugas Pusdalops terhadap informasi kebencanaan dari BMKG, khususnya gempa bumi dirasakan dan potensi tsunami. Tujuannya adalah agar informasi tersebut dapat direspons secara cepat dan tepat melalui aktivasi sistem peringatan dini tsunami, salah satunya sirine evakuasi.
Materi yang disampaikan mencakup pemaparan ulang terkait sistem Warning Receiver System (WRS) New Generation, pelatihan membaca informasi WRS secara akurat, serta pengenalan kembali perangkat sirine evakuasi beserta fungsinya. Peserta juga dibekali dengan praktik langsung pengoperasian sirine sebagai bagian dari respons cepat terhadap ancaman tsunami.
Sebagai pelengkap, kegiatan ini juga menghadirkan sharing pengalaman dari Pusdalops BPBD Kabupaten Bantul yang telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) aktivasi sirine evakuasi berbasis informasi dari BMKG. Diskusi ini memberikan gambaran nyata penerapan sistem peringatan dini di lapangan dan memperkuat sinergi antar wilayah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan SDM Pusdalops BPBD Kulon Progo semakin siap dan tanggap dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami, sejalan dengan semangat HMD 2025 untuk menutup kesenjangan dalam sistem peringatan dini demi keselamatan masyarakat.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.