
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Padang, (30/09/2016) Tanggal 30 September 2009 pukul 17:16:09 WIB telah terjadi gempabumi tektonik di Padang dengan kekuatan 7.9 SR dan berlokasi di 0.84 LS – 99.65 BT pada kedalaman 71 Km. Guncangan gempabumi ini dirasakan di Padang dengan intensitas VIII MMI mengakibatkan setidaknya 1100 orang meninggal dan 2650 bangunan rumah rusak berat/ringan.
Gempabumi ini bahkan dirasakan sampai ke Singapura dengan intensitas III MMI. Guna mengenang kembali gempabumi dahsyat tersebut BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang melakukan penyerahan rekaman signal seismik gempabumi Padang 30 September 2009 bertempat di rumah dinas Walikota Padang H.Mahyeldi Ansharullah,SP.
Kegiatan penyerahan rekaman seismograf ini disampaikan oleh Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang Rahmat Triyono,ST,Dipl.Seis,M.Sc kepada Walikota Padang H.Mahyeldi Ansharullah,SP. Acara ini turut disaksikan oleh Kalaksa BPBD Kota Padang Ir.Rudy Runaldy,MT beserta jajarannya, Kepala Stasiun Meteorologi Tabing Yayat Suriyat, dan DR. Ir. Harkunti P. Rahayu selaku peneliti dari Institut Teknologi Bandung.
Gempabumi Padang 30 September 2009, tercatat di seluruh sensor seismik milik BMKG yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sensor seismik BMKG yang terdekat dengan episenter gempabumi adalah sensor PDSI (Kota Padang), sensor ini mencatat gelombang primer gempabumi Padang pada pukul 17:16:27 WIB. Jarak antara sensor PDSI dengan episenter gempabumi adalah 92 km. Waktu tempuh gelombang seismik dari hiposenter hingga mencapai sensor PDSI adalah 18 detik. Sensor seismik BMKG yang terjauh mencatat gempabumi Padang adalah sensor MMPI (Merauke, Papua), yaitu tercatat pada pukul 17:23:44 WIB.
Penyerahan rekaman signal seismik ini bertujuan untuk mengingatkan kembali akan besarnya bencana gempabumi Padang 30 September 2009 kepada masyarakat Sumatera Barat. Selain itu, rekaman signal gempabumi Padang 30 September 2009 bertujuan sebagai sarana edukasi bagi pelajar dan masyarakat umum yang berkunjung ke museum gempabumi di Kota Padang. Diharapkan dengan adanya perekaman signal gempabumi Padang 30 September 2009 ini, masyarakat bisa semakin meningkatkan kewaspadaan akan ancaman gempabumi di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.