
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Sub Bidang Instrumentasi dan Rekayasa Peralatan Klimatologi dan Teknisi Stasiun Klimatologi lakukan pemeliharaan preventif rutin di semua lokasi peralatan AAWS (Agroclimate Automatic Weather Station) dan ARG (Automatic Rain Gauge) sesuai dengan prosedur untuk mempertahankan kualitas data yang dihasilkan tanpa menunggu peralatan tersebut rusak atau tidak dapat beroperasi. Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan preventif dilaksanakan secara terkoordinasi dalam 3 tim diantaranya : Tim 1, melaksanakan kegiatan pemeliharaan preventif di 5 lokasi AAWS (Pelaihari, Hulu Sungai Selatan, Barito Koala, Tabalong dan Barito Timur) tanggal 25-29 Juli 2016, Tim 2 melaksanakan kegiatan pemeliharaan preventif di 2 lokasi ARG (Bone, Biringere, Bulukumba) dan 1 lokasi AAWS (Jeneponto) tanggal 01-05 Agustus 2016, Tim 3 melaksanakan kegiatan pemeliharaan preventif di 2 lokasi AAWS (Dermaga Bogor dan Bojong Mangu) dan 2 lokasi ARG (Kelapa Gading, dan Bekasi) tanggal 02-05 agustus 2016.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.