
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Pinrang / Untuk meningkatkan produksi para petani tambak terutama perikanan budidaya, Pemerintah Kabupaten Pinrang menggandeng beberapa pihak guna mencari solusi dalam pengembangan kuantitas serta kualitas produksi para petani tambak udang di Kabupaten Pinrang. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari ini melibatkan beberapa pihak untuk berdiskusi bersama mencari solusi pengembangan sektor tambak udang di beberapa wilayah kecamatan pesisir yang menjadi sentra tambak udang di Kabupaten Pinrang.
Pihak tersebut diantaranya, petani tambak, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Sulawesi Selatan, perusahaan eksportir PT Atina, Infid, ISBS, KOIN, Sida, dan Kementerian Sosial.
Kegiatan ini juga melibatkan Oxfam, sebuah federasi internasional yang bergerak dalam pengembangan sumberdaya manusia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan programnya yaitu GRAISEA2. Program ini mengintegrasikan perubahan iklim, masalah degradasi lingkungan, masalah akses yang tidak merata, gender dan ketidaksetaraan terhadap pengembangan budidaya udang serta mengkaji lebih mendalam pengaruh cuaca terhadap rantai nilai budidaya udang di Kabupaten Pinrang.
Selain melakukan Focus Group Discussion, kegiatan ini juga menyelenggarakan sekolah lapang dimana Kecamatan Lanrisang sebagai salah satu sentra tambak udang di Kabupaten Pinrang menjadi fokus dan para peserta bisa langsung mempraktekkan hasil dari kegiatan yang telah dipresentasikan dan sekaligus berdiskusi tentang The Vulnerability and Risk Assessmen (VRA) yaitu metodologi melakukan proses partispatif untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan kerentanan, resiko, kapasitas dan ambisi yang ada di masa depan.
Kepala Sub Bidang Pelayanan BMKG Sulawesi Selatan, Siswanto, yang turut menghadiri kegiatan ini menyampaikan bahwa faktor – faktor penunjang keberhasilan para petani tambak tidak hanya pada faktor teknis dan mekanisme tepat yang dilakukan para petani tambak, tetapi ada beberapa faktor pendukung yang memang harus diperhatikan untuk menghasilkan produksi udang yang berkualitas.
“Salah satunya faktor cuaca dan iklim. Inilah kenapa kami turut hadir pada kegiatan ini” ungkapnya.
Siswanto melanjutkan, iklim tropis di Indonesia memang tidak menjadi persoalan yang menghambat produksi udang, tetapi para petani juga perlu mempertimbangkan cuaca sebagai faktor pendukung. Beliau menyarankan para petani dalam melakukan penebaran benih, pemberian pakan dan perawatan mempertimbangkan waktu dan cuaca yang cocok agar menghasilkan Produksi udang yang berkualitas.
“Kalau hasil produksi berkualitas tentu eksportir akan membeli dengan harga tinggi, dan akhirnya peningkatan kesejahteraan petani akan tercapai” tutup Siswanto.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.