
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Sintang, 01 September 2021 – Stasiun Klimatologi Mempawah Kalimantan Barat melaksanakan panen raya Sekolah Lapang Iklim Operasional Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021 di desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang yang berjarak 360 km dari Kabupaten Mempawah.
Kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Plt Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Urip Haryoko M.Si. Kegiatan ini selaras dengan harapan memasyarakatkan SLI, memasyarakatkan iklim terutama kepada petani.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan baik dengan 3 kali sosialisasi. Sosialisasi ke-1 dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2021, kemudian dilanjutkan dengan sosialisai ke-2 pada tanggal 05 Agustus 2021 dan sosialisasi ke-3 panen raya sekaligus penutupan pada tanggal 01 September 2021, dilakukan secara langsung di lapangan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan menggunakan masker untuk memutus rantai penularan Covid-19.
Dalam paparannya Kepala Stasiun Klimatologi Mempawah, Luhur Tri Uji Prayitno, S.P, M.Ling menyampaikan bahwa panen raya sudah dilaksanakan namun tetap diteruskan dengan melaksanakan ubinan. SLI Operasional yang diikuti 25 peserta dari wilayah sekitar Kecamatan Kelam Permai, diharapkan dapat menyerap materi yang telah diberikan agar kedepannya dapat menjadi teladan untuk teman-teman petani lainnya yang belum dapat bergabung pada kegiatan SLI tersebut. Daya serap peserta SLI Operasional di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mencapai 60% (daya serap tertinggi) dan rata-rata daya serapnya adalah sebesar 24%.
Kegiatan SLI Operasional ini disambut dengan baik oleh pemerintah setempat dengan hadirnya Asisten II Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, serta perwakilan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang untuk melakukan Panen Raya, serta memberikan dukungan dan arahannya kepada para peserta SLI Operasional.
Pada kegiatan tersebut, Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Bidang Perekonomian dan Pembangunan dalam arahan dan dukungannya menyampaikan bahwa “SLI Operasional bertujuan untuk membantu petani dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem”.
Selanjutnya penyampaian testimoni dari Sonya Puspasari Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang menyampaikan “terkait program dari Kementerian Pertanian dan Perkebunan yang tentunya pada tahun ini memfokuskan tentang peningkatan prodiktivitas pertanian dalam rangka mendukung keberlangsungan pada masa-masa sulit seperti pada saat masa pademi ini”.
Sedangkan Plt Deputi Bidang Klimatologi, Dr. Urip Haryoko, M.Si menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Komisi V, Bupati sintang, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Unit Pelaksana Teknis-Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT-PTPH) Provinsi Kalimantan Barat dan beberapa instansi terkait yang mendukung kegiatan SLI ini berjalan dengan baik.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan SLI Operasional di Provinsi Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sintang tidak hanya meningkatkatkan pemahaman mengenai iklim, namun dapat di implementasikan secara berkelanjutan di lapangan sehingga dapat meningkatkan hasil produksi tanam dan kesejahteraan petani dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan kedepannya.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.