Kembali ke Berita Daerah

Mitigasi Cuaca Pancaroba: BMKG dan BPBD Malang Ingatkan Warga Kenali Tanda Alam dan Hindari Risiko

Dian Endah
Mitigasi Cuaca Pancaroba: BMKG dan BPBD Malang Ingatkan Warga Kenali Tanda Alam dan Hindari Risiko

Malang, 14 Maret 2026  – Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah Malang Raya, program radio show on TV “Idjen Talk” menggelar diskusi bertajuk “Cuaca Malang Tak Menentu: Waspada Dampak Pancaroba bagi Aktivitas Warga” melalui siaran Live YouTube City Guide 911 FM, Sabtu (14/3). Agenda ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan peringatan dini kepada masyarakat mengenai potensi risiko yang muncul selama masa transisi musim atau pancaroba, serta menggali lebih dalam mengenai fenomena cuaca terkini dan langkah mitigasi yang harus diambil oleh warga khususnya warga Malang Raya.

Diskusi edukatif ini menghadirkan dua narasumber yaitu Ahmad Luthfi selaku Koordinator Bidang Observasi dan Informasi mewakili Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, dan Purwoto selaku Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang.

Kondisi cuaca di wilayah Malang Raya semakin ekstrem, di mana panas terik di pagi hari dapat berubah menjadi hujan lebat yang disertai angin kencang di siang menjelang sore hari. Menurut Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Jawa Timur, Ahmad Luthfi mengatakan, “Fenomena ini merupakan ciri khas utama dari masa pancaroba atau transisi musim. Secara meteorologis, kondisi ini dipicu oleh pemanasan permukaan bumi yang intens pada pagi hingga siang hari, yang kemudian memicu pertumbuhan awan konvektif seperti Cumulonimbus secara cepat dan masif. Hal inilah yang menyebabkan perubahan cuaca terjadi dalam durasi yang singkat namun dengan intensitas yang tinggi”, jelas Ahmad.

Terkait fenomena angin kencang yang melanda Malang beberapa hari terakhir, pihak BMKG menjelaskan bahwa hal tersebut masih dalam kategori normal untuk periode pancaroba, meski tetap perlu diwaspadai. Potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras, petir, hingga angin kencang diprediksi masih akan terjadi di wilayah Malang Raya dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat diminta untuk mengenali indikator alam, salah satunya adalah munculnya awan gelap atau awan Cumulonimbus setelah cuaca panas yang menyengat, sebagai tanda peringatan dini sebelum hujan turun.

Menanggapi hal tersebut, pihak BMKG merekomendasikan agar masyarakat selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat angin kencang, serta memastikan kondisi fisik tetap prima dalam menghadapi dinamika cuaca yang fluktuatif.

Melalui diskusi edukatif ini, masyarakat Malang Raya diharapkan dapat lebih proaktif dalam mengenali tanda-tanda alam dan selalu memperbarui informasi cuaca dari kanal resmi guna meminimalisir risiko serta menjaga keselamatan di tengah dinamika cuaca yang fluktuatif.

Penulis: Tim Publikasi Stasiun Klimatologi Jawa Timur

Hubungi via WhatsApp