
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Ternate, 3 Maret 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Ternate bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ternate dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Ternate melaksanakan pengamatan Gerhana Bulan Total, Selasa (3/3). Lokasi pengamatan gerhana bulan total berlangsung di halaman Masjid Raya Al Munawwar Kota Ternate mulai pukul 18.00 WIT.
Pengamatan ini dilaksanakan dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi BMKG sebagai salah satu lembaga resmi pengamatan tanda waktu, salah satunya fenomena gerhana bulan di Indonesia, sekaligus sebagai bentuk edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai fenomena alam gerhana bulan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari sinergi antara sains dan agama.
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dimulai sejak pukul 19.53 WIT mulai (U1) hingga berakhir (U4) pada pukul 23.00 WIT dan berlangsung selama kurang lebih 5 jam 30 menit. Meskipun fase puncak gerhana tidak dapat teramati akibat tutupan awan, tim pengamat masih dapat mengamati fase akhir gerhana ketika Bulan mulai keluar dari bayangan umbra Bumi sebelum akhirnya kembali tertutup awan.
Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat perhatian yang besar dari masyarakat Kota Ternate. Antusiasme warga yang hadir di halaman Masjid Raya Al Munawwar mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap fenomena tanda waktu khususnya gerhana bulan total.
Melalui kegiatan ini, BMKG Stasiun Geofisika Ternate kembali menegaskan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat terhadap fenomena tanda waktu, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor antara lembaga ilmiah, organisasi keagamaan, dan perguruan tinggi demi peningkatan literasi sains di masyarakat.
Penulis: Tim Humas Stasiun Geofisika Ternate

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.