
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Biak – Dalam rangka memperkuat Tugas dan Fungsi BMKG yang tertuang dalam Peraturan Kepala BMKG No 3 tahun 2016, dimana salah satu tugas dan fungsi BMKG yaitu “Penyampaian Informasi dan Peringatan Dini Kepada Instansi dan Pihak Terkait Serta Masyarakat Berkenaan Dengan Bencana Karena Faktor Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika”, Stasiun Meteorologi Klas I Biak dan LPP RRI Biak mengadakan “Launching Program Siaran Kentongan Tanggap Bencana” di Ruang Aula LPP RRI Biak, Jum’at (2/8).
Program Kentongan Tanggap Bencana di wilayah Biak Numfor yang di inisiasi oleh LPP RRI Biak ini merupakan program penguatan mitigasi bencana yang dilaksanakan secara nasional oleh LPP RRI. Dalam acara launching tersebut turut mengundang stakeholder terkait yaitu dari BPBD Kabupaten Biak Numfor, BASARNAS Klas A Biak, Organisasi RAPI Biak, serta pihak TNI-POLRI seperti Lanud Manuhua Biak, Kosek Hanudnas IV Biak, Korem 173 Biak, dan dari Brimob Subden 1 Detasemen C Pelopor Biak.
Dalam sambutannya, Kepala Stasiun Meteorologi Klas I Biak, Luwi Agung Prasaja, S.Si mengatakan akan pentingnya Program Kentongan Tanggap Bencana ini dikarenakan sistem peringatan dini kebecanaan yang dibangun oleh BMKG seperti sistem Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) yang bertujuan meminimalkan korban jiwa dan harta akibat bencana alam yang disebabkan oleh siklon tropis, dan Sistem Peringatan Dini Tsunami (InaTEWS) yang tujuan utamanya berupaya memperkuat mitigasi gempabumi dan tsunami, akan memberikan hasil yang tidak optimal jika output dari sistem peringatan dini tersebut tidak bisa sampai kepada masyarakat secara luas.
Juga disampaikan ucapan rasa terimakasih kepada LPP RRI Biak yang telah mengadakan Program Kentongan Tanggap Bencana di wilayah Biak Numfor, terlebih lagi infrastruktur jaringan komunikasi yang masih terbatas dan belum merata di wilayah Biak Numfor ini menyebabkan penyebaran informasi tentang kebencanaan sangat terbatas sampai ke wilayah-wilayah tertentu saja, sehingga dengan adanya Program Kentongan Tanggap Bencana ini diharapkan dapat lebih mengoptimalkan diseminasi informasi kebencanaan kepada masyarakat luas melalui siaran-siaran di LPP RRI Biak.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.