
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Kamis (29 Desember 2022) – Tim BMKG Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dipimpin oleh Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Sleman, Setyoadjie Prayoedhie selaku koordinator melakukan pertemuan secara maraton dengan Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota. Kunjungan ini ditujukan dalam rangka penguatan koordinasi dan penyampaian informasi terkait potensi cuaca ekstrim yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan khususnya di masa libur tahun baru, serta penyerahan Buku Peta Bahaya Tsunami di Wilayah DIY berdasarkan hasil pemodelan dengan skenario terburuk M=8.8 yang disusun oleh Stasiun Geofisika Sleman.
Pagi hari tim BMKG diterima langsung oleh PJ. Walikota Yogyakarta, Sumadi. Pada siang harinya tim BMKG diterima oleh Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih dan kegiatan ditutup dengan pertemuan bersama Pj. Bupati Kulon Progo, Tri Saktiyana. Keseluruhan kegiatan dilaksanakan di ruang kerja dengan dihadiri pula oleh pimpinan instansi terkait di lingkungan Kabupaten/Kota masing-masing.
“Bahaya ancaman akan bencana hidrometeorologi, gempa bumi dan tsunami selalu ada dan sewaktu-waktu dapat terjadi, oleh karena itu BMKG mengharapkan dukungan pemerintah Kabupaten/kota di D.I.Yogyakarta dalam kegiatan-kegiatan mitigasi bencana khususnya bagi wilayah yang rawan,” ujar Setyoadjie.
Warjono selaku kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta pada kesempatan yang sama juga menyampaikan adanya potensi cuaca ekstrim tiga hari kedepan dan dilanjutkan oleh Reny Kraningtyas selaku kepala Stasiun Klimatologi D.I.Yogyakarta yang menjelaskan dinamika atmosfer sampai dengan Januari 2023 di wilayah D.I.Y yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah setempat sebagai penentu kebijakan.
Seluruh kepala daerah kabupaten/kota menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih atas informasi yang diberikan oleh BMKG mengingat saat ini wilayah Yogyakarta sedang dibanjiri oleh wisatawan yang tentu saja informasi ini sangat bermanfaat bagi semua pihak. Harapannya kegiatan semacam ini intens dilakukan guna meminimalisir kerugian dan korban jiwa.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.