
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Makassar – Rabu (18/7), Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Ir. Muhamad Sadly, M.Eng dengan didampingi Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Tiar Prasetya,S.Si. M.Sc, Kepala Stasiun Geofisika Gowa Gandamana Matondang, ST dan Kabid Datin BBMKG Wilayah IV Daryatno, SP. MP melakukan kunjungan kerja dalam rangka peninjauan operasional stasiun yaitu Sensor Akselerometer di Kabupaten Barru dan Sensor CTBTO di Kappang Maros Sulawesi Selatan.
Peninjauan alat operasional stasiun dimaksudkan agar alat Pemantau Gempabumi harus tetap berlangsung secara kontinue sehingga kendala di lapangan seperti kondisi peralatan yang kurang baik dapat segera ditinjaklanjuti. Kunjungan Kerja di akhiri ke Stasiun Klimatologi Maros dan Stasiun Meteorologi Hasanuddin Makassar.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.