
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Denpasar – Kepala BMKG Dwikorita Karnawati Bersama Tim dari Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar melakukan inspeksi jalur evakuasi gempabumi dan tsunami di Kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada Senin, (15/3).
Survey ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan BMKG dengan Angkasa Pura I selaku pengelola Kawasan Bandara yang telah berlangsung pada akhir januari lalu. Jalur evakuasi dibuat untuk penguatan kesiapan infrastruktur kritis Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, melalui pemenuhan 12 indikator utama Tsunami Ready, yaitu pembuatan jalur dan pemasangan rambu.
Bandara I Gusti Ngurah Rai merupakan infrastruktur kritis dimana jumlah masyarakat yang berkumpul cukup banyak (max sekitar 9000 orang). Dari pemodelan skenario terburuk, Bandara Ngurah Rai berpotensi terdampak gempabumi M 8.5 dan ketinggian tsunami hingga 6 meter dengan golden time 20 menit untuk mengurangi dampak.
“Setelah kami inspeksi, terlihat Rambu evakuasi telah terpasang di dalam dan luar gedung terminal”, ujar Dwikorita. Namun menurut beliau, jumlah rambu tersebut masih perlu ditambah, agar mudah dilihat masyarakat yang beraktivitas di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
“BMKG terus berkolaborasi dengan pihak Bandara Ngurah Rai untuk melaksanakan sosialisasi serta simulasi evakuasi untuk mewujudkan tujuan akhir yaitu Zero Victim, pungkas Dwikorita.


BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.