
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

NTB, Selasa (15/11), Stasiun Klimatologi Klas I Kediri (Staklim Kediri) mengadakan kegiatan Evaluasi Buku Perubahan Iklim di Provinsi NTB tahun 2016 yang diadakan di Idoop Hotel, Mataram.
Pada kegiatan evaluasi yang dihadiri oleh peserta dari para pegawai di lingkungan BMKG NTB dan instansi terkait serta perwakilan dari BMKG pusat yaitu ibu Rita Hidayati ini secara resmi dibuka oleh bapak Wakodim, SP selaku Kepala Staklim Kediri – NTB dan bapak Surana, M.Sc selaku moderator.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta diberikan 2 paparan materi yaitu oleh ibu Rita dan bapak Luhur (Kasi Datin Staklim Kediri) yang menyampaikan hasil – hasil trend perubahan unsur – unsur iklim di 4 titik yaitu Stasiun Klimatologi Kediri, Stasiun Meteorologi Selaparang, Stasiun Meteorologi Sumbawa serta Stasiun Meteorologi Bima.
Pada kegiatan ini juga peserta diberikan kesempatan untuk bertanya atau memberikan saran serta masukkannya untuk perbaikan dalam penyusunan buku perubahan iklim pada masa yang akan datang.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.