
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Dalam rangka memperingati Hari Meteorologi Dunia yang ke 67 (23 Maret 2017), Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengadakan apel bendera di halaman kantor. Peringatan Hari Meteorologi Dunia tahun ini, secara internasional mengangkat tema “Understanding Cloud”, yang kemudian diterjemahkan secara nasional menjadi “Bersahabat Dengan Cuaca Untuk Siaga Bencana”.
Bertindak sebagai Pemimpin Upacara adalah Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Philip Mustamu, M.Si, yang menyampaikan Sambutan Kepala BMKG bahwa diangkatnya tema tersebut seiring dengan tertujunya mata dunia terhadap isu dampak perubahan iklim yang semakin meningkatkan jumlah frekwensi terjadinya bencana, terutama bencana Hidrometeorologis.
Dalam kesempatan ini juga diberikan penghargaan kepada 4 orang pegawai berprestasi mengembangkan aplikasi Sinop dan Hanameso/e-flight document yang sangat membantu kegiatan operasional Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam dalam pengolahan data cuaca dan pelayanan data untuk penerbangan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan mengikuti kegiatan seminar online OGD#31 (Online Discussion Group 31) pada pukul 09.00 – 10.30 WIB / 02 – 03.30 UTC dengan tema Kepegawaian – SAPK yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BMKG dengan materi :

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.