
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Sidoarjo, 14 Agustus 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo memberikan edukasi terkait pengaruh cuaca dan iklim terhadap budidaya udang windu pada Forum Group Discussion (FGD) Petambak Udang Windu. Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo pada Kamis (14/8).
Forum yang mengusung tema “Adaptasi Perubahan Iklim, Salah Satu Strategi Peningkatan Produktivitas Udang Windu” tersebut diikuti oleh sekitar 25 petani tambak yang ada di bawah naungan PT Alter Trade Indonesia (ATINA).
Kepala Stasiun Meteorologi Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan S.T, M.T, menyampaikan, BMKG dalam menyediakan data serta layanan cuaca dan iklim senantiasa menerapkan sains dan teknologi. Kemudian, BMKG berkewajiban menyampaikan data dan informasi ini kepada masyarakat, termasuk para petani tambak untuk dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan mereka.
“BMKG sebagai penyedia layanan cuaca dan iklim berkewajiban menyampaikan data dan informasinya kepada masyarakat luas, termasuk para petani tambak untuk dimanfaatkan. Hal ini tertuang dalam UU No. 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika,” terang Taufiq dalam sambutan pembukaan FGD.
Pada sesi materi, narasumber dari BMKG Juanda Swasti Ayudia Priyatmayanti, menjelaskan apa saja pengaruh cuaca dan iklim dalam budidaya udang. Pada kesempatan inilah Swasti menjelaskan dampak-dampak yang terjadi di setiap musim serta pengaruh unsur-unsur meteorologi terhadap setiap aktivitas pertambakan.
Plt. Kepala Dinas Perikanan Kab Sidoarjo Muhammad Makhmud, menekankan pentingnya adaptasi terhadap kondisi cuaca dan iklim dalam kegiatan pertambakan, seiring dengan upaya mewujudkan swasembada pangan. Ditegaskannya bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu sektor pendukung kontribusi pergerakan ekonomi.
“Pemerintah Daerah berharap dapat berkolaborasi/bersinergi dengan BMKG dalam adaptasi serta mitigasi cuaca dan iklim. Upaya tersebut apabila sudah dilakukan dengan baik, maka hasil produksi udang diharapkan dapat meningkat,” ujarnya.
Materi-materi yang disampaikan pada FGD ini sejalan dengan permasalahan para petani tambak, sebagaimana diungkapkan oleh perwakilan PT ATINA Hendra Gunawan. Ia menyebut bahwa hasil panen para petani tambak naungannya saat ini menghadapi sejumlah permasalahan imbas dari faktor cuaca dan iklim.
“PT ATINA mengawasi dan mengelola pengembangan budidaya udang windu di Kabupaten Sidoarjo, dengan luas tambah 1900 Ha dan jumlah petani tambah sebanyak 96 orang,” papar Hendra.
Melalui komunikasi, informasi, dan edukasi, Hendra pun berharap para petani memahami lebih dalam terkait dampak perubahan iklim terhadap budidaya udang. Demikian itu, kualitas dan hasil budidaya tambak para petani dapat meningkat setelah memanfaatkan informasi lengkap dari BMKG.
Hendra turut mengapresiasi kolaborasi antara PT ATINA dengan BMKG yang telah memasuki tahun keempat dan diharapkan terus terjalin. Terlebih, pada kegiatan ini, petugas BMKG secara langsung menjemput bola ke para petani tambak yang berada di Dusun Kepetingan.
Sebagai informasi, meskipun masuk dalam wilayah Desa Sawohan, Desa Kepetingan berjarak sekitar 10 km dari pusat desa dengan waktu tempuh mencapai satu jam. Akses menuju dusun ini bisa melalui jalur darat dan dilanjutkan jalur air.
Sementara itu, Penyuluh Perikanan Kecamatan Buduran Muhammad Rofiq serta perwakilan NGO Blue Seed Agus Jaenudin juga turut hadir dalam FGD Petani Tambak kali ini.
Keduanya menyatakan bahwa kolaborasi berbagai dinas dan lembaga ini diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal dalam pembudidayaan udang di komunitas petani tambak di Sidoarjo.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.