
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Biak Numfor – Selasa (26/11/2019), Dalam rangka memperkuat Tugas dan Fungsi BMKG dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2016, tentang kewajiban menyediakan Pelayanan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta menindaklanjuti NOTA Kesepahaman Kerjasama Program Kentongan Tanggap Bencana dengan LPP RRI Biak di kabupaten Biak Numfor, Stasiun Meteorologi Klas I Biak ikut berperan aktif sebagai narasumber acara interaktif “Bincang Santai Mitigasi Kebencanaan” di Pro 2 RRI Biak.
Acara Interaktif ini berlangsung selama 60 menit dan dalam suasana santai serta disiarkan secara langsung oleh LPP RRI Pro 2 Biak dari pukul 09:15 WIT s/d pukul 10:15 WIT dengan menghadirkan nara sumber dari Stasiun Meteorologi Klas I Biak yaitu Husain, S.Tr dan Eko Sudaryanto, S.T, M.T. Dalam Acara Interaktif ini diikuti pula oleh mahasiswa dan mahasiswi dari Akademi Keperawatan Biak sebagai audien dalam acara interaktif tersebut.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan sosialisasi mengenai potensi-potensi bencana yang ada di wilayah Biak Numfor dan juga merupakan salah satu media untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat berkaitan dengan Mitigasi Mandiri Kebencanaan khususnya dikalangan para mahasiswa.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.