
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

BMKGSoft sebagai backbone integrasi data Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG) sangat tergantung pada peran UPT dalam melakukan entri data secara kotinyu dan tepat waktu. Pemahan tata cara entri data yang benar harus terus didorong secara terus menerus agar statiun tidak lagi melakukan double entry. Dengan latar belakang inilah maka kegiatan Bimbingan teknis operasional BMKGSoft mengambil tema Peningkatan kualitas data MKG melalui pemahaman teknis entry data yang seragam dan benar.
Kegiatan ini di Tanjung Pandan, Bangka Belitung pada 29 Januari sampai 2 Februari 2017. Kegiatan ini dibuka secara secara resmi oleh Kepala Pusat Database Ir Jaumil Achyar Dewantoro Situmeang, M.Sc dan turut dihadiri Kepala Balai Besar Wilayah II Joko Siswanto, S.Sos dan para kepala UPT BMKG di wilayah propinsi Bangka Belitung.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas data MKG sehingga tag line Pusat Database sebagai single data provider dan dapat melayani kebutuhan data MKG untuk user internal dan eksternal dengan sempurna. Kegiatan ini diikuti oleh 44 orang peserta yang terdiri dari perwakilan seluruh UPT dan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah II.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.