
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Pariaman – Rabu (13/09/2017), dalam rangka Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (PRB) berdasarkan Indikator Ketahanan Daerah (IKD) di kota Pariaman, Pemerintah Kota Pariaman menyelenggarakan rapat koordinasi pembentukan Tim koordinasi penanggulangan bencana kota Pariaman bertempat di Aula Balai Kota Pariaman, bersamaan dengan rapat koordinasi tsb dilakukan penandatangan kerjasama antara BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang dengan BPBD Kota Pariaman tentang Pemanfaatan Informasi BMKG khususnya informasi gempabumi dan warning tsunami untuk penanggulangan bencana diwilayah Kota Pariaman.
Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani oleh Rahmat Triyono, ST,Dipl.Seis, M.Sc selaku Kepala Stasiun Geofisika Silaing Bawah Padang Panjang dan Drs Yaminu Rizal, M.Si Selaku Kepala Pelaksana BPBD Kota Pariaman dan disaksikan oleh Walikota Pariaman Drs. H. Mukhlis Rahman, MM dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah kota Pariaman serta jajaran SKPD se kota Pariaman. Selesai penandatanganan kerjasama Kepala BMKG Padang Panjang menyerahkan rekaman seismograph gempabumi 30 September 2009 kepada walikota Pariaman untuk mengingat kembali betapa dahsyatnya gempabumi tsb yang gelombang gempanya tercatat oleh semua seismograph di seluruh Indonesia.
Kota Pariaman adalah salah satu kabupaten di Sumatera Barat yang memiliki luas wilayah 73.36 km2 dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan memiliki berbagai macam potensi bencana dan juga merupakan daerah yang rawan terhadap gempabumi khususnya gempabumi yang bersumber dari Sesar Mentawai dan subduksi Mentawai Megathrush karena secara geologis kota Pariaman merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Berdasarkan catatan gempabumi merusak diwilayah Pariaman pada tanggal 30 September 2009 telah terjadi gempabumi dengan magnitudo 7.9 yang goncangannya dirasakan di Pariaman, Padang dengan intensitas VII -VIII MMI. Dampak yang dirasakan akibat gempabumi ini cukup fatal khususnya di wilayah Pariaman yaitu 48 korban jiwa, 200 korban luka-luka, dan kerusakan puluhan ribu rumah penduduk.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.