
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Lombok Timur, 1 Agustus 2025 – Dalam rangka meningkatkan pemahaman nelayan terhadap informasi cuaca maritim, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (Stamet ZAM) menggelar kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2025 yang bertempat di Tanjung Luar, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (1/8).
Kegiatan ini diikuti oleh nelayan setempat serta pemangku kepentingan dari berbagai instansi terkait. Acara juga dapat diakses secara daring oleh para Kepala UPT Meteorologi Maritim dan Mandatory Maritim dari seluruh Indonesia melalui platform Zoom Meeting.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain: Anggota Komisi V DPR RI, Bapak Abdul Hadi, S.E., M.M. , Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Bapak Dr. Eko Prasetyo, M.T. , Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar, Bapak Cahyo Nugroho, S.E., S.Si. , Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Bapak Satria Topan Primadi, S.Si. , Kepala Stasiun Klimatologi NTB – Nuga Putrantijo, M,Si ,Stasiun Geofisika Mataram – Sumawan, ST, MM. , Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Bima – Moch. Syaiful Annas, S.Kom. , Kepala Stasiun Meteorologi Sumbawa – Samriyanto, ST. , Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Timur , Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur , Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) NTB , Kepala Dinas Pendaratan Pelelangan Ikan (PPI) Lombok Timur , Kepala Desa Tanjung Luar , BABINSA Tanjung Luar
Kegiatan SLCN ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada nelayan mengenai pentingnya memahami prakiraan cuaca dan informasi meteorologi maritim guna mendukung keselamatan dan produktivitas melaut. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi dan penyampaian aspirasi dari masyarakat pesisir langsung kepada para pengambil kebijakan.
Dengan semangat kolaboratif, BMKG terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat pesisir melalui edukasi dan layanan informasi cuaca yang andal, tepat, dan mudah diakses.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.