
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Nabire – Jumat (12/07/2019), bertempat di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, telah dilaksanakan kegiatan Pertemuan Koordinasi Dalam Rangka Sosialisasi Penyusunan FSVA Di Kabupaten Nabire Tahun 2019. Stasiun Meteorologi Nabire (BMKG Nabire) hadir sebagai undangan, yang diwakili oleh Eusebio Andronikos Sampe, S.Tr selaku Kepala Operasional Stasiun Meteorologi Nabire & Nanda Rinaldy selaku petugas operator data Stasiun Meteorologi Nabire. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan koordinasi antar instansi / stakeholder dalam rangka penyusunan peta ketahanan pangan FSVA di Kabupaten Nabire.
Dalam kegiatan ini sebagai pembawa materi adalah dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua. Indikator FSVA Kabupaten / Kota antara lain terdiri dari 3 aspek yaitu
BMKG Nabire sendiri berkontribusi dalam penyusunan peta FSVA dalam indikator justifikasi data-data cuaca / data Iklim, salah satunya data curah hujan pada setiap perdesaan maupun perkotaan. Data Iklim / data curah hujan sangat membantu dalam menyangkut musim tanam untuk meningkatkan produksi pertanian dan ketahanan pangan.
BMKG Nabire siap membantu Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire dalam membuat peta ketahanan pangan di Kabupaten Nabire.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.