
Kembali ke Berita
BMKG Paparkan Perkembangan Cuaca dan Iklim Jawa Barat 2026 pada High Level Meeting Pengendalian Inflasi Pangan
05 February 2026
Kholis Nur Cahyo
Berita

Bandung, 5 Februari 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan perkembangan cuaca dan iklim Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 dalam agenda High Level Meeting (HLM) bertajuk Pasamoan Agung: Sinergi Pengendalian Inflasi Pangan dan Perluasan Digitalisasi yang Tangguh dan Berdaya Tahan Menghadapi Ramadhan–Idul Fitri 2026.
Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Barat dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, para Bupati dan Wali Kota atau perwakilannya, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta instansi vertikal terkait.
Dalam forum strategis tersebut, Koordinator BMKG Provinsi Jawa Barat, Teguh Rahayu hadir sebagai narasumber dan menyampaikan analisis berbasis data terkait dinamika cuaca dan iklim yang berpotensi memengaruhi sektor pangan dan stabilitas harga di Jawa Barat.
BMKG menyoroti kondisi cuaca dan iklim Jawa Barat pada periode strategis Ramadhan hingga Idul Fitri 2026, sekaligus memberikan gambaran umum climate outlook sepanjang tahun 2026. Paparan tersebut mencakup proyeksi musim, potensi anomali iklim, serta dinamika cuaca yang dapat berdampak langsung pada produksi pertanian, distribusi logistik, dan stabilitas pasokan bahan pangan.
BMKG juga menyampaikan informasi terkini perkembangan cuaca dan iklim di wilayah Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi risiko hidrometeorologi yang dapat memengaruhi rantai pasok pangan.
“Informasi iklim yang akurat menjadi faktor penting dalam mendukung pengambilan kebijakan, khususnya untuk menjaga ketersediaan pangan dan kelancaran distribusi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” ujar Teguh.
Melalui penyampaian informasi cuaca dan iklim yang komprehensif dari BMKG dalam forum ini, diharapkan sinergi lintas sektor semakin kuat dalam mendukung kebijakan pengendalian inflasi pangan yang adaptif, sekaligus memastikan stabilitas ekonomi Jawa Barat tetap terjaga di tengah dinamika cuaca dan meningkatnya kebutuhan masyarakat pada Ramadhan dan Idul Fitri 2026.



