Kembali ke Berita

BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh, Mitigasi Dampak Siklon Tropis Senyar

19 January 2026

Linda

Berita

BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh, Mitigasi Dampak Siklon Tropis Senyar

Banda Aceh, 19 Januari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi darurat pasca dampak Siklon Tropis Senyar yang melanda sebagian besar wilayah Pulau Sumatera, dengan dampak terparah terjadi di Provinsi Aceh.

Siklon Tropis Senyar merupakan bencana hidrometeorologi ekstrem yang memicu kerusakan lingkungan secara masif, menimbulkan kerugian materiil signifikan, serta menyebabkan korban jiwa. Sistem badai ini tergolong anomali karena tumbuh dan menguat di wilayah yang relatif dekat dengan garis khatulistiwa, sehingga berdampak langsung terhadap stabilitas atmosfer di daratan Sumatera.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, OMC Mitigasi Banjir Provinsi Aceh dilaksanakan oleh BMKG bersama BNPB sejak 28 November 2025 dan terus berlangsung hingga proses evakuasi dan pemulihan dinilai mencukupi. Saat ini, status tanggap darurat bencana di Aceh telah diperpanjang hingga 22 Januari 2026.

Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Edison Kurniawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC didukung oleh dua unit pesawat Cessna Caravan, masing-masing dengan registrasi PK-SNP milik PT Smart Cakrawala Aviation (SCA) dan PK-SNN milik PT Milan Pillery Bersatu (MPB). Kedua pesawat tersebut beroperasi dari Posko Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh.

“Hingga Minggu, 18 Januari 2026 atau hari ke-52 pelaksanaan, OMC telah melaksanakan 312 sorti penerbangan dengan total bahan semai yang digunakan mencapai 139,8 ton NaCl dan 156,6 ton CaO,” jelas Edison.

Berdasarkan hasil evaluasi BMKG, kegiatan OMC mampu menekan intensitas curah hujan di wilayah Aceh hingga 32 persen. Penurunan curah hujan tersebut memberikan dampak signifikan dalam mendukung penanganan darurat bencana serta mempercepat pemulihan berbagai infrastruktur yang terdampak.

BMKG bersama BNPB menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan OMC di Aceh sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam tahapan rekonsiliasi dan rekonstruksi pascabencana banjir akibat aktivitas Siklon Tropis Senyar.

“Upaya OMC akan sangat membantu untuk meminimalisir dampak cuaca ekstrem serta memberikan dukungan bagi pembangunan konstruksi hunian sementara, perbaikan jembatan penghubung, dan normalisasi aliran sungai di wilayah Provinsi Aceh,” ujar Edison.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta telah memantau kemunculan Bibit Siklon 95B sejak 21 November 2025. Sistem tersebut kemudian berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar pada 26 November dini hari di koordinat 5,0° Lintang Utara dengan kecepatan angin maksimum mencapai 80 km/jam. Kondisi ini memicu hujan lebat disertai angin kencang yang berlangsung secara persisten di wilayah Aceh.

Berdasarkan data pantauan BMKG dan hasil koordinasi lintas instansi, dampak Siklon Tropis Senyar telah melumpuhkan infrastruktur vital di 17 kabupaten/kota di Aceh. Banjir dengan ketinggian hingga 5 meter di sejumlah lokasi menyebabkan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi. Selain korban jiwa, beberapa warga juga dilaporkan hilang akibat derasnya arus banjir dan longsor.

Kerusakan turut meluas pada fasilitas publik, termasuk kantor pemerintahan, sekolah, dan fasilitas layanan kesehatan yang terhenti operasionalnya akibat genangan air bercampur sedimen. Dari sisi lingkungan, terjadi pendangkalan sungai dan sedimentasi besar-besaran yang merusak ekosistem bantaran sungai serta meningkatkan potensi bencana susulan. Sejumlah jalur transportasi utama yang menghubungkan wilayah timur dan utara Aceh juga terputus, menghambat distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan.

Merespons kondisi kritis tersebut, Pemerintah melalui sinergi antara BNPB, BMKG, dan Pemerintah Daerah Provinsi Aceh menginisiasi OMC sebagai strategi mitigasi darurat untuk menekan potensi hujan ekstrem lanjutan, mendukung proses evakuasi, serta mengamankan upaya pemulihan infrastruktur dan pembangunan hunian sementara (Huntara) agar terhindar dari cuaca buruk susulan.

“Harapannya OMC dapat dilaksanakan secara tepat waktu dan tepat sasaran, sebagai bentuk upaya mitigasi dan penanggulangan bencana,” pungkas Edison.

 

Berita Lainnya

BMKG Buka Rekonsiliasi Laporan Keuangan Semester II 2025, Tegaskan Komitmen Pertahankan Opini WTP

BMKG Buka Rekonsiliasi Laporan Keuangan Semester II 2025, Tegaskan Komitmen Pertahankan Opini WTP

BMKG Sambut Siswa-siswi SD Paradisa Cendika, Perluas Ilmu Cuaca dan Iklim di Indonesia

BMKG Sambut Siswa-siswi SD Paradisa Cendika, Perluas Ilmu Cuaca dan Iklim di Indonesia

BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh, Mitigasi Dampak Siklon Tropis Senyar

BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh, Mitigasi Dampak Siklon Tropis Senyar