Webinar Literasi Iklim Lintas Agama, Upaya Membangun Kesadaran dan Kepedulian Masyarakat Religius Terhadap Iklim dan Lingkungan

  • Hatif Thirafi
  • 30 Nov 2021
Webinar Literasi Iklim Lintas Agama, Upaya Membangun Kesadaran dan Kepedulian Masyarakat Religius Terhadap Iklim dan Lingkungan

Jakarta - Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG pada Selasa (30/11) menyelenggarakan kegiatan webinar sehari bertajuk "Literasi dan Aksi Iklim Generasi Muda Religius Lintas Agama dan Tanggap Bencana Hidrometeorologi Dampak La Nina 2021" yang dilaksanakan secara virtual dan disiarkan dari Jakarta.

Kegiatan ini merupakan forum diskusi dan berbagi pengalaman best practice yang melibatkan para pemerhati iklim dan pegiat lingkungan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan berbasis keagamaan dari 6 agama besar di Indonesia.

Kegiatan webinar kali ini menghadirkan keynote speaker dari Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG yang diwakili oleh Plt. Deputi Bidang Klimatologi, Dr. Urip Haryoko dan dari Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, MUI (Dr. Hayu Prabowo). Agenda paparan dan diskusi juga menghadirkan para pembicara dari kalangan pemuda dan pemuka agama dari berbagai organisasi lintas agama, antara lain Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (Fitri Ariyani, S.AG, MM), Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah (Dr. Gatot Supangkat, MP, IPM), Gereja Kristen Indonesia (Pdt. Robby Igusti Chandra, DMin, MA. MATh), Keuskupan Agung Jakarta (Rm. A. Andang Listya Binawan), Parisada Hindu Dharma Indonesia (I Gede Raka Subawa, ST, MM, CPA, CPI), Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (Pandita Utama Alim Sudio, S.Psi) dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Js. Yugi Yunardi, S.Pt., M.Ag).

Selain dari organisasi lintas agama, turut hadir pembicara dari BMKG yang diwakili oleh Kepala Pusat Jaringan Komunikasi (Gregorius Setyadhi Budhi Dharmawan, SE, M.T) dan Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan (Dr. Ardhasena Sopaheluwakan serta pembicara dari organisasi Greenfaith (Nana Firman). Turut hadir pula Lia Zakiyyah dari Climate Reality Indonesia dan Hary Tirto Djatmiko, ST dari BMKG yang berperan sebagai moderator.

Forum webinar ini membahas aksi-aksi nyata apa saja yang telah dilakukan para generasi muda dan masyarakat komunitas dari berbagai organisasi lintas agama terkait upaya menjaga kelestarian lingkungan sebagai langkah adaptasi dan mitigasi terhadap potensi resiko dampak bencana hidrometeorologis yang semakin sering terjadi sebagai indikasi bahwa perubahan iklim telah terjadi.

Dalam sesi diskusi, Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Urip Haryoko sempat menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pembicara yang hadir dimana acara kali ini berbeda dari biasanya dengan hadirnya tokoh pemuda dan para pemuka agama dari 6 agama yang berbeda. Para pemuka agama mempunyai peran yang sangat besar dan mempunyai pengaruh luar biasa dalam membangun kesadaran dan menggerakan masyarakat untuk semakin peduli dengan kelestarian lingkungannya dengan mencermati berbagai fenomena iklim, potensi bencana yang bisa ditimbulkan sekaligus potensi keberkahannya yang bisa meningkatkan kualitas hidup manusia jika dimitigasi dengan baik.

Di akhir acara dilakukan pembacaan 13 poin resume hasil pembahasan yang disampaikan oleh Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko, ST yang pada intinya menekankan upaya penanganan krisis iklim perlu dilakukan melalui pendekatan agama untuk memperbaiki kualitas perilaku manusia yang seringkali tidak terkontrol untuk kepentingan ekonomi sehingga rentan menimbulkan kerusakan lingkungan akibat pengurasan sumber daya alam yang mereka lakukan. Perubahan iklim pun menjadi konsekuensi dari kompetisi ekonomi dan ekosistem tersebut, yang terwujud dalam bentuk peningkatan frekuensi dan intensitas kejadian iklim ekstrim dan bencana hidrometeorologis, dibarengi dengan kerusakan lingkungan yang memperparah krisis iklim itu sendiri.

Selain itu ditekankan pula perlunya semacam forum yang mewadahi gerakan-gerakan aksi iklim dan peduli lingkungan di kalangan masyarakat lintas agama dalam bentuk sosialisasi, aksi dan advokasi untuk mencetak generasi muda/milenial menjadi agen-agen perubahan yang pro iklim. BMKG berperan sebagai penyedia layanan informasi sistim peringatan dini multi-bencana (MHEWS) yang didedikasikan untuk para stakeholder dengan konsep informasi integratif geo-hidrometeorologi dan interaksi dua arah (feedback source-user). Sistem ini dapat dikustomisasi bersama oleh pemerintah daerah ataupun organisasi mitra terkait.

Gempabumi Terkini

  • 14 Agustus 2022, 09:47:47 WIB
  • 5.9
  • 10 km
  • 1.86 LU - 126.44 BT
  • Pusat gempa berada di laut 139 km barat laut Halmahera Barat
  • Dirasakan (Skala MMI): II Minahasa, II - III Bitung, II - III Kab. Minahasa Tenggara, II - III Tomohon, II - III Manado, III Batang Dua
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 139 km barat laut Halmahera Barat
  • Dirasakan (Skala MMI): II Minahasa, II - III Bitung, II - III Kab. Minahasa Tenggara, II - III Tomohon, II - III Manado, III Batang Dua
  • Selengkapnya →

Siaran Pers