Tingkatkan Kompetensi SDM, BMKG Akan Kembangkan CorpU

  • Rachmat Hidayat
  • 07 Apr 2022
Tingkatkan Kompetensi SDM, BMKG Akan Kembangkan CorpU

Jakarta - Peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting bagi kerja pengamatan dan penyampaian informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Untuk menjaga jarak kompetensi tak berjarak, BMKG mengembangkan Corporate University (CorpU).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan program ini diharapkan menjadi jawaban atas kondisi Bumi yang penuh ketidakpastian. BMKG CorpU diharapkan bisa membangun ekosistem kerja yang tangguh dan menghadapi berbagai ancaman bencana.

"Dan tumbuh meningkatkan kesejahtreaan berbagai sektor," kata Dwikorita dalam Talkshow Dewan Pembelajar BMKG Corporate University & Ekspose Inovasi Aksi Perubahan Alumni PKA-PKP, Kamis (07/04/2022) melalui zoom meeting.

Dwikorita berharap BMKG CorpU bisa mewujudkan target tolok ukur zero victim setiap ada bencana. Minimnya korban, kata dia, menjadi petanda prediksi yang diberikan cepat dan akurat, serta peringatan yang diberikan sangat dini.

Selain menekankan keakuratan informasi, dia juga berhadap BMKG CorpU bisa membangun integritas SDM lembaga. Salah satunya mencegah terjadinya praktik KKN.

"Bagaimana CorpU bisa melahirkan juga orang-orang yang memiliki obyektivitas dalam aturan," ujar dia.

Untuk menciptakan ini, dia juga berharap CorpU menyediakan simulasi posisi dan pengambilan kebijakan bagi para karyawan. Harapannya, simulasi ini bisa mengetahui tekanan yang terjadi di kehidupan nyata.

"Biar anak-anak nggak kaget, ternyata medan itu tidak seindah yang dibayangkan," ucap dia.

Sekretaris Utama Dwi Budi Sutrisno berharap BMKG CorpU menjadi rumah besar dan memetakan database SDM. Dia berharap salah satu kompetensi yang perlu dikembangkan yaitu kompetensi pengambilan keputusan.

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi Urip Haryoko menjelaskan bahwa kemampuan untuk meyakinkan informasi iklim dan cuaca, serta mengomunikasikannya kepada pengguna menjadi tantangan tersendiri. "Selain itu, gap kompetensi menjadi isu. Barangkali CorpU memiliki pengetahuan atau program untuk menyempitkan gap tersebut," kata Urip.

Deputi Bidang Meteorologi Guswanto saat ini divisinya sedang mengembangkan roadmap untuk peningkatan kualitas SDM-nya.

"Kami mengomunikasikan human resources menjadi human capital menjadi aset, kalau aset berarti harus dipandaikan skill dan kemampuannya. secara formal S2, S3, dan magang," ucap Guswanto.

Dia berharap CorpU diharapkan pengembangan SDM dengan target kompetensi selaras dengan organisasi BMKG dan berkinerja unggul sehingga learning programnya harus sistematis dan value chain.

Tak berbeda dengan sejawatnya, Deputi Bidang Geofisika Suko Prayitno Adi mengatakan persoalan gap kompetensi juga muncul di bidang geofisika. Untuk itu, menurut Suko, ada beberapa skema persiapan pembelajaran bahasa Inggris hingga tugas belajar Strata-2 dan 3 dalam dan luar negeri.

"Dia menyebut kekurangan SDM di bidang geofisika, bidang astronomi, dan tsunami dan pemodelan tsunami. Khusus pemodelan tsunami sedang digalakkan karena ingin membuat pemodelan Tsunami Merah Putih," kata Suko.

Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi Muhammad Sadli mengatakan jarak kompetensi di lembaganya juga terjadi. "Masih ada pegawai yang memiliki pendidikan D3 ke bawah. Ini biasanya tenaga lapangan atau teknisi," ucap Sadli.

Selain itu, kata dia, gap kompetensi juga muncul karena kurangnya pelatihan sesuai keahlian, keterbatasan ketersediaan SOP untuk pemeliharaan dan kalibrasi sebagai acuan kerja, dan tingginya beban kerja menyebabkan kesempatan peningkatan kompetensi terkendala.

"Khususnya di divisi instrumentasi, kalibrasi dan rekayasa ini memang habis waktunya di lapangan," ucap dia.

Untuk itu, dia menyarankan update teknologi, baik hardware, software, maupun brainware. "Penguatan infrastuktur TIK lima tahun ke depan harus diikuti pengembangan SDM khususnya di bidang jaringan komunikasi, network security, database, big data, AI, dan machine learning, serta maintennance management," ujar dia.

Menanggapi target itu, Kepala Pusdiklat Keuangan Umum Badan Pelatihan dan Pendidikan Kemenkeu Henny Kartikawati menyebut visi yang digagas Kepala BMKG sangat jelas. Salah satu cara yang bisa dilakukan, kata dia, yaitu mengakselerasi menajemen pengetahuan.

"Bagaimana BMKG CorpU bisa mencapture knowledge yang bersifat tacid serta mengawal learning by experience," ucap Kartika.

Kartika menyarankan proses tacid knowledge ini perlu dipelajari dengan pendekatan berbagai metode. Hasil dari penelitian ini bisa dikeluarkan dalam bentuk video, artikel, maupun podcast.

Gempabumi Terkini

  • 17 Agustus 2022, 19:56:32 WIB
  • 5.6
  • 485 km
  • 7.17 LS - 125.57 BT
  • 168 km TimurLaut ALOR-NTT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →

Siaran Pers