Staklim Nusa Tenggara Timur Gelar Press Release Prakiraan Awal Musim Hujan Provinsi NTT Tahun 2023/2024

  • Muhammad
  • 20 Sep 2023
Staklim Nusa Tenggara Timur Gelar Press Release Prakiraan Awal Musim Hujan Provinsi NTT Tahun 2023/2024

Kota Kupang- Rabu (20/9) - Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan siaran Press Release Prakiraan Awal Musim Hujan Provinsi NTT tahun 2023/2024 secara virtual. Dalam siaran Press Release Prakiraan Awal Musim Hujan Provinsi NTT tahun 2023/2024 dihadiri oleh stakeholder terkait di wilayah Provinsi NTT dan mitra media sebagai penyambung informasi kepada masyarakat. Acara tersebut dibuka oleh Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan.

"Secara umum Musim Hujan tahun 2023/2024 di Indonesia umumnya akan tiba lebih lambat dibandingkan dengan biasanya, begitu juga di NTT. Hal ini dipicu oleh kondisi El Nino dan IOD + yang diprediksi tetap akhif hingga akhir tahun 2023. Sehingga perlu diantisipasi kondisi ENSO menjelang musim hujan yang umumnya di NTT sebagian besar jatuh di bulan Desember. Sementara Puncak Musim Hujan di NTT terjadi sebagian besar di Februari 2024 maka perlu diwaspadai khususnya wilayah yang rentan mengalami potensi bencana terutama bencana longsor identik terjadi di dataran tingggi dan bencana banjir di dataran rendah" ungkap Ardhasena.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Timur menyebutkan bahwa diprediksi terdapat 19 ZOM dari 28 Zona Musim di NTT yang mengalami awal musim hujan terlambat yakni di bulan Desember dengan puncak musim hujan yang juga mengalami kemunduran yang sebagian besar diprakirakan terjadi di Februari 2024.

"Tetap diwaspadai untuk bulan di masa transisi yakni peralihan musim kemarau ke musim hujan yang identik dengan potensi angin kencang disertai hujan. Terutama ancaman bencana hidrometeorologi di puncak musim hujan" terangnya.

Paparan lengkap terkait Prakiraan Awal Musim Hujan Provinsi NTT tahun 2023/2024 disampaikan oleh Forecaster Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Timur, Oki Adrianto Ilham, S.Tr. Dalam paparannya, disebutkan bahwa awal musim hujan 2023/2024 dari total 28 Zona Musim (ZOM) yang ada di Nusa Tenggara Timur, sebanyak 9 ZOM (32%) diprakirakan akan mengawali Musim hujan di bulan November 2023, meliputi Manggarai Barat bagian tengah, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo bagian barat, Kupang bagian tengah dan timur, Timor Tengah Selatan bagian barat dan utara, Timor Tengah Utara bagian barat dan timor laut, Belu bagian utara, Sumba Barat bagian Timur, Sumba Tengah bagian selatan dan Sumba Timur bagian tengah. Sedangkan Awal Musim Hujan untuk 19 ZOM lainnya terjadi pada bulan Desember 2023 sebanyak 68%.

Sementara itu, Oki Adrianto menyebutkan bahwa Awal Musim Hujan 2023/2024 di Nusa Tenggara Timur diperkirakan MUNDUR atau lebih lambat jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis (periode Awal Musim Hujan 1991-2020). Ia menyebutkan sebanyak 16 ZOM (57%) diprediksi terlambat dari biasanya meliputi Manggarai Barat bagian tenggara, Manggarai bagian selatan, Manggarai Timur bagian selatan, Ngada bagian barat daya, utara dan tenggara, Nagekeo bagian barat, Ende bagian tenggara, Sikka, Flores Timur bagian selatan, Pulau Sumba, Rote Ndao, sebagian besar Pulau Timor. Sementara yang diperkirakan SAMA DENGAN NORMAL-nya sebanyak 11 ZOM (39%) dan MAJU pada 1 ZOM (4%) yaitu Manggarai Barat bagian tengah.

Secara umum musim hujan 2023/2024 itu sendiri diprakirakan NORMAL atau SAMA dengan rerata klimatologisnya pada 18 ZOM (64%) dan terdapat 10 ZOM (36%) akan mengalami kondisi hujan BAWAH NORMAL (musim hujan lebih kering atau lebih rendah dari rerata klimatologisnya).

Dalam paparan tersebut, Oki Adrianto juga menghimbau kepada pemerintah daerah, institusi terkait, dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim hujan. Pemerintah Daerah juga diharapkan dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat tentang cara menghadapi risiko bencana yang mungkin terjadi selama musim hujan serta pentingnya memperhatikan Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi.

Gempabumi Terkini

  • 24 Februari 2024, 07:51:25 WIB
  • 5.1
  • 10 km
  • 4.04 LU - 128.57 BT
  • 183 km Tenggara PULAUKARATUNG-SULUT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →

Siaran Pers