Sosialisasi Agroklimat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019

  • Rozar Putratama
  • 19 Jan 2019
Sosialisasi Agroklimat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019

Cianjur - Jumat (18/1), Saat ini pertanian, terutama pertanian tanaman pangan masih menjadi sektor dominan untuk wilayah di Kabupaten Cianjur. Hal ini terlihat dari pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB) yang masih sangat besar bila dibandingkan sektor lainnya.

Menurut data yang dikeluarkan Dinas Pertanian tanaman pangan Kab. Cianjur, pada tahun 2018 produksi padi mengalami surplus, dari kebutuhan sebesar 255.000 ton, sedangkan hasil panen yang didapatkan mencapai 835.000 ton.

Semenjak tahun 2011 Pemerintah memandang perlu menyikapi tantangan iklim ekstrim terkait dengan ketahana pangan nasional, maka dari itu terbitlah Inpres No. 5/2011 mengenai "Pengamanan produksi beras nasional dalam menghadapi kondisi iklim ekstrim" yang melibatkan 36 K/L baik tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Terkait dengan hal tersebut, BMKG bertugas memberikan informasi peringatan dini iklim ekstrim serta mendiseminasikannya ke stakeholder, khususnya Kementerian Pertanian.

Sejak tahun 2011 BMKG telah menyelenggarakan kegiatan SLI secara bertahap di provinsi sentra pangan Indonesia sebagai bentuk pendekatan literasi iklim guna mengurangi resiko iklim ekstrim. Literasi tersebut berupa pelatihan dalam bentuk konsep dan praktek yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keaksaraan petani tentang isi informasi iklim serta pemanfaatannya di bidang pertanian.

Salah satu bentuk dukungan BMKG terhadap program Nawacita Presiden mengenai ketahanan pangan, sebagai penyambung lidah Pemerintah kepada masyarakat petani Ibu Neng Eem Marhamah Zulfa HIZ, S.Th.I anggota Komisi V DPR - RI fraksi PKB menyampaikan sambutannya bahwa "Kegiatan yang diselenggarakan oleh BMKG kali ini diperuntukkan bagi para petani, bagi kami bangsa Indonesia petani merupakan pahlawan, karena hari ini juga banyak anak petani tidak tertarik untuk meneruskan jasa orangtuanya tersebut bagi Indonesia, sehingga hal ini menjadi perhatian besar bagi para masyarakat petani untuk tetap mewariskan ilmunya kepada anak cucunya guna mempertahankan ketahanan pangan Indonesia," tuturnya.

Sebelum dibuka secara resmi kegiatan sosialisasi agroklimat tahun 2019 ini, Kepala Pusat layanan Informasi Iklim Terapan Guswanto M.Si menyampaikan bahwa "melalui kegiatan ini diharapkan para petani dan PPL bisa memahami fenomena iklim dan cuaca yang terjadi, sehingga kita bisa mengetahui langkah selanjutnya untuk bertindak, itu dulu hal pertama yang harus dilakukan, karena kita tidak bisa lagi mengandalkan ilmu warisan Pranata Wangsa, terutama di era milenial seperti saat ini dimana informasi cukup dalam genggaman, para petani bisa mengunduh aplikasi infobmkg dan menggunakannya untuk menentukan waktu yang tepat mulai bercocok tanam," Ujarnya .

Kegiatan sosialisasi agroklimat yang diselenggarakan di Princess Resort Ciloto ini diikuti sebanyak 30 orang peserta yang terdiri dari para petani dan PPL dan materi yang disampaikan mulai dari pengenalan BMKG, pengenalan alat ukur cuaca dan penakar hujan sederhana serta kalibrasinya.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi ini Kepala stasiun klimatologi bogor Drs. Budi Suhardi DEA, Kepala Dinas KKP Kab. Cianjur, para perangkat desa Kecamatan Cipanas dan Ciloto, perwakilan Koordinator BMKG Prov. Jawa Barat.

Gempabumi Terkini

  • 18 Sep 2020, 01:54 WIB
  • 2.9
  • 10 km
  • 3.44 LS - 128.35 BT
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →

Siaran Pers