Sabet Anugerah Meritokrasi 2021, BMKG Kejar Wujudkan Layanan yang Andal dan Terpercaya

  • Ibrahim
  • 08 Des 2021
Sabet Anugerah Meritokrasi 2021, BMKG Kejar Wujudkan Layanan yang Andal dan Terpercaya

SURABAYA (7 Desember 2021)- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyabet penghargaan Anugerah Meritokrasi 2021 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Anugerah tersebut diserahkan langsung Kepala KASN Agus Pramusinto kepada Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di The Westin Grand, Kota Surabaya, Selasa (7/12). BMKG dinilai berhasil menerapkan sistem merit dalam manajemen ASN dengan predikat baik. Dwikorita menyampaikan rasa syukur atas anugerah yang diterima oleh BMKG tersebut.

"Terima kasih atas penghargaan kepada lembaga kami dengan kategori baik. InsyaAllah, dalam penilaian selanjutnya akan mencapai kategori sangat baik. Penghargaan ini benar-benar membantu kami dalam mewujudkan profesionalisme, mewujudkan SDM yang benar-benar andal dan terpercaya," ujar Dwikorita.

Dwikorita menyebut bahwa meritokrasi sangat penting bagi BMKG dalam mewujudkan lembaga yang andal dan terpercaya dengan diisi oleh SDM-SDM berkualitas. Terutama dalam memberikan layanan perlindungan terhadap segenap bangsa dan negara dari ancaman perubahan iklim global dan multi bencana geo-hidrometeorologi. Menurutnya, tugas BMKG sangat vital dalam menjaga segenap tumpah darah Indonesia yang diwarnai dengan fenomena alamnya yang penuh ketidakpastian, ambiguity volatil dan kompleks.

Dengan menerapkan prinsip meritoktasi, lanjut dia, maka pengisian dan penempatan SDM di BMKG benar-benar dilakukan secara profesional karena ditempati oleh orang yang tepat, dari sisi kompetensi, kinerja, dan jejak rekamnya serta integritasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dwikorita juga mewanti-wanti akan ancaman dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Dwikorita mengajak seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk berkolabaorasi dalam menahan laju perubahan iklim.

"BMKG memproyeksikan dalam 10 tahun kedepan suhu udara semakin meningkat kurang lebih setengah derajat lebih tinggi dari saat ini. Saat ini monitoring BMKG sejak tahun 1960 s/d 2021, kenaikan suhu udara di seluruh wilayah Indonesia telah terjadi secara bervariasi antara 0.8 hingga 1.4 derajat Celcius, dengan rata-rata kenaikan 0.9 derajat Celcius dibandingkan dengan suhu udara pada masa Pre-Industri di tahun 1850. Yang artinya kenaikan suhu udara di Indonesia secara akumulatif dapat melampaui batas yang sudah ditetapkan dalam Paris Agreement untuk kenaikan secara global yaitu 1,5 derajat Celcius, pada tahun 2030 dibandingkan pada masa Pre-Industri," tambah Dwikorita.

"Apabila kita tidak semuanya berkolaborasi mengendalikan perubahan iklim tersebut, dampaknya sudah sangat nyata. Dulu jarang kita mendengar badai tropis, tapi saat ini selama 1 minggu dapat terjadi beberapa bibit siklon di perairan sekitar wilayah Indonesia yang dapat berkembang menjadi badai tropis dalam waktu yang hampir bersamaan. Tentunya akan diikuti dengan dampaknya yang semakin membahayakan masyarakat kita, baik di laut dan pantai sebagai gelombang tinggi dengan angin kencang, maupun di darat sebagai bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan banjir bandang," tambah dia.

Dengan makin meningkatnya frekuensi kejadian ekstrem yang kompleks dan katastrofik, sangat dibutuhkan para ASN yang professional, andal dan terpercaya, yang mampu secara cepat, tepat, dan jitu melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi ataupun adaptasi, demi menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Maka BMKG sangat mendukung dan terus berupaya aktif untuk menjaga dan menguatkan MERITOKRASI dalam Pengembangan SDM BMKG yang andal dan terpercaya.

Sementara itu, Kepala KASN Agus Pramusinto mengungkapkan bahwa Keberhasilan instansi pemerintah dalam mencapai penerapan sistem merit kategori baik dan sangat baik merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran di instansi pemerintah yang sudah berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dalam manajemen ASN-nya.

Keberhasilan tersebut, lanjut Agus, juga merupakan hasil dari komitmen instansi pemerintah untuk terus berkoordinasi dan berkolaborasi melakukan pembinaan dengan KASN dalam menerapkan sistem merit.

Sebagai informasi, berdasarkan UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN, Sistem Merit sendiri adalah kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan faktor politik, ras, agama, asal usul, jenis kelamin, dan kondisi kecacatan.

Ada 8 (delapan) aspek yang dinilai pada penganugerahan tersebut melalui aplikasi SIPINTER KASN, antara lain aspek pengadaan, aspek pengembangan karir, aspek promosi dan mutasi, aspek manajemen kinerja, aspek penggajian, penghargaan, dan disiplin, aspek perlindungan dan pelayanan, aspek sistem informasi. (*)

Biro Hukum dan Organisasi
Bagian Hubungan Masyarakat

Instagram : @infoBMKG
Twitter : @infoBMKG @InfoHumasBMKG
Facebook : InfoBMKG
Youtube : infoBMKG
Tiktok : @infoBMKG

Gempabumi Terkini

  • 13 Agustus 2022, 07:18:33 WIB
  • 5.2
  • 10 km
  • 11.49 LS - 119.70 BT
  • 141 km BaratDaya KARERA-SUMBATIMUR-NTT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →
  • 141 km BaratDaya KARERA-SUMBATIMUR-NTT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →

Siaran Pers