Kepala BMKG Jadi Narasumber di ILC

  • Murni Kemala Dewi
  • 03 Okt 2018
Kepala BMKG Jadi Narasumber di ILC

Jakarta, Selasa (2/10) / "Kami memberikan peringatan tsunami telah sesuai dengan aturan internasional. Demikian juga proses pengakhiran peringatan dini tsunami" jelas Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati pada saat Live acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang diadakan di Hotel Borobudur kemarin. Acara yang dipandu oleh Karni Ilyas ini mengangkat tema "Mengapa di Negeriku Terjadi Bencana". Kepala BMKG pada acara tersebut juga menjelaskan kronologis jalannya peristiwa penyampaian dan pengakhiran peringatan dini tsunami pada saat gempa dan tsunami melanda Palu, Jumat (9/28).

Kepala BMKG juga menyampaikan bahwa wilayah Indonesia yang memiliki potensi bencana cukup besar membutuhkan anggaran yang lebih dalam penanggulangan bencana. Anggaran yang ada belum sepadan dengan luasnya wilayah Indonesia yang memiliki potensi bencana yang beragam. Contohnya dalam hal potensi wilayah yang terkena gempabumi. Ini bisa dilihat dari peta titik gempa bumi dan sejarah gempa yang sudah terjadi dari dulu. Indonesia perlu melengkapi instrumen dan juga berbagai peralatan penunjang lainnya untuk digunakan dalam hal pencegahan bencana.

Sementara perwakilan dari BPPT, Andi Eka Sakya, yang juga merupakan KBMKG masa jabatan 2013 -2017, menyampaikan bahwa saat ini BPPT sedang mencoba mengembangkan teknologi kabel laut untuk mendeteksi gempabumi dan tsunami. Hal serupa juga sudah dilakukan oleh Jepang, dimana ujung dari kabel tersebut akan dilengkapi dengan sensor pendeteksi gempabumi dan tsunami. Dengan teknologi ini diharapkan tindakan vandalism terhadap bouy bisa dihindari.

Acara ILC ini juga mengundang Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Rudiantara, Sutopo Purwo Nugroho dari BNPB, Kadivhumas Polri, Setyo Wasisto, Andi Eka Sakya mewakili BPPT, Danny Hilman mewakili peneliti, Abdullah Gymnastiar dari Ulama dan 3 tamu yang merupakan saksi mata saat peristiwa gempa Palu.

Turut mendampingi KBMKG, Sekretaris Utama BMKG, Unntung Merdijanto, Deputi Bidang Geofisika, Muhamad Sadly, Kepala Biro Hukum dan Organisasi BMKG, Darwahyuniati, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dan Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Bambang Setiyo Prayitno.

Gempabumi Terkini

  • 19 Sep 2020, 20:25 WIB
  • 2.9
  • 6 km
  • 6.71 LS - 107.35 BT
  • Pusat gempa berada di Darat 19 Km BaratDaya Kab. Purwakarta
  • Dirasakan (Skala MMI): II Plered
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di Darat 19 Km BaratDaya Kab. Purwakarta
  • Dirasakan (Skala MMI): II Plered
  • Selengkapnya →

Siaran Pers