Menuju Ujung Timur Indonesia

  • Murni Kemala Dewi
  • 09 Apr 2018
Menuju Ujung Timur Indonesia

Papua, 4 April 2018 / Tahun 2018 ini, BMKG berkomitmen akan merapatkan jaringan konektivitas di Papua terutama untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, maritim dan cuaca publik. Hal ini disampaikan Kepala BMKG, Prof.Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D pada pembukaan Rakorwil Balai Besar MKG Wilayah V,Jayapura.

"Program ini merupakan bagian dari program Nawacita pemerintah yang mengamanatkan pembangunan dari pinggiran dan daerah perbatasan, terutama di kawasan timur Indonesia" ucap Kepala BMKG dihadapan peserta Rakorwil dan beberapa awak media.

Untuk itu, di tahun 2018, BMKG akan membangun satu buah radar cuaca di Bandara Wamena, melengkapi 5 radar cuaca lain yang sudah dibangun di Bandara DEO Sorong, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Sentani Jayapura, Bandara Timika dan Bandara Merauke. Selain radar cuaca BMKG juga akan menambah sebaran Automated Weather Observing System (AWOS) di12 bandara di wilayah Papua yaitu : Bandara Kepi, Bandara Babo, Bandara Teluk Bintuni, Bandara Inanwatan, Bandara Teminabuan, Bandara Bilorai, Bandara Ewer, Bandara Ilu, Bandara Numfor Biak, Bandara Tanah Merah, Bandara Enarotali dan Bandara Ransiki. Sementara 1 display cuaca di bandara juga akan ditambah oleh BMKG yaitu di Bandara Frans Kaisiepo Biak.

Selain bandara, BMKG juga akan memasang Media Diseminasi Visual/ Videotron berlayar lebar di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw yang berada di Distrik Muara Tami, Jayapura. Dalam videotron ini nantinya akan memuat informasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Masyarakat Indonesia di daerah perbatasan akan bisa mendapatkan info cuaca, iklim serta gempabumi dan tsunami di media ini. Kepala BMKG menyampaikan hal ini pada saat mengunjungi gerbang masuk Indonesia di wilayah timur tersebut. Pemasangan videotron ini, disambut baik oleh Administrator PLBN Skouw Bapak Yan Z. Numberi, SE.

"Kami sangat mendukung usaha BMKG untuk memasang display di perbatasan. Dengan demikian masyarakat perbatasan bisa mendapatkan informasi cuaca,iklim dan gempabumi yang langsung bersumber dari BMKG" ucap Administrator PLBN Skouw saat menerima kunjungan Kepala BMKG yang didampingi oleh Deputi Bidang Geofisika, Dr. Ir. Muhamad Sadly, M.Eng beserta Kepala Biro Perencanaan BMKG, Drs. Nasrullah dan Kepala Balai Besar MKG Wilayah V, Petrus Demon Sili, S.IP, M.Si.

Beliau juga menyampaikan bahwa cuaca ekstrim sering terjadi di wilayah perbatasan seperti angin yang sangat kencang sekali, bahkan hingga membuat kaca bangunan terlepas. Hujan yang sangat deras juga sering terjadi. Jadi dengan kehadiran BMKG diperbatasan, maka masyarakat bisa dengan cepat mengetahui perubahan cuaca, terutama cuaca ekstrim untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan.

"Dengan kehadiran Kepala BMKG ke tempat ini, berarti BMKG sudah resmi masuk di perbatasan" tambah beliau yang disambut tepuk tangan.

Saat ini, tim dari BMKG telah melakukan survey untuk menentukan lokasi pemasangan yang ideal dan mudah untuk dilihat oleh masyarakat Indonesia di perbatasan. Pemasangan display ini, juga merupakan salah satu usaha BMKG agar masyarakat di ujung timur Indonesia siap untuk selamat dan tidak mudah terjebak dengan berita-berita hoax.

Gempabumi Terkini

  • 18 Sep 2020, 01:54 WIB
  • 2.9
  • 10 km
  • 3.44 LS - 128.35 BT
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →

Siaran Pers