Libur Nataru, BMKG Ingatkan Pengelola Jasa Penyeberangan Soal Potensi Cuaca Ekstrem

  • Rachmat Hidayat
  • 24 Des 2021
Libur Nataru, BMKG Ingatkan Pengelola Jasa Penyeberangan Soal Potensi Cuaca Ekstrem

CILEGON - Kamis (24 Desember 2021) - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Dwikorita Karnawati mengingatkan kepada seluruh pengelola jasa penyeberangan Bakauheni - Merak akan adanya potensi gelombang besar saat libur natal dan tahun baru di perairan Selat Sunda.

"Potensi cuaca ekstrem akibat La Nina sangat besar kemungkinan terjadi. Kami mohon untuk tetap waspada dan tidak memaksakan mengangkut penumpang jika cuaca tidak memungkinkan," ungkap Dwikorita saat mengunjungi Pelabuhan Merak, Cilegon, Kamis (23/12.

Dwikorita menyebut, peringatan ini dikeluarkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi tersebut. Dwikorita juga berharap agar Syahbandar menunda Surat Persetujuan Berlayar (SPB) jika cuaca sedang buruk.

Terkait prediksi curah hujan, lanjut Dwikorita, di wilayah Indonesia pada bulan Desember 2021 dan Januari 2022 di periode Natal dan Tahun Baru menunjukkan bahwa curah hujan pada umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi (100 - 500 mm per bulan).

"Untuk update informasi cuaca bisa melalui website di www.bmkg.go.id, atau melalui mobile application InfoBMKG yang bisa diunduh di Google Play Store maupun Apple Store. Hal ini penting guna meningkatkan kewaspadaan di daerah-daerah yang rawan terhadap bencana geo-hidrometeorologi," imbuhnya.

Dwikorita menegaskan bahwa BMKG akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung kelancaran libur Natal dan Tahun Baru 2022. Puncak musim hujan sendiri, tambah dia, diperkirakan waktu terjadinya akan berbeda di setiap wilayah Indonesia. Adapun beberapa wilayah lain di Indonesia akan memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2022 yang terjadi secara bertahap dalam waktu tidak bersamaan.

"Seperti di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, Riau, Bengkulu, Jambi puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember. Sementara puncak musim hujan di wilayah Sumatra Selatan, Lampung, Jawa, Kalimantan, NTT, NTB dan Bali diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2022," paparnya.

Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Merak, Dwikorita didampingi Kepala Pusat Meteorologi Publik A. Fachri Rajab, Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo, dan Kepala Balai Wilayah II Tangerang Hendro.; Dwikorita juga melakukan inspeksi kesiapan Tim Posko Terpadu Layanan Informasi Cuaca Dan Gelombang. Kedatangan Dwikorita disambut General Manager PT. ASDP Indonesia Cabang Merak Hasan Lessy, Manajer Operasional PT. ASDP Nana Sutisna dan Kepala BPTD Wilayah VIII Provinsi Banten Handjar Dwi Antoro.

Sementara itu, General Manager PT. ASDP Indonesia Cabang Merak Hasan Lessy menyampaikan apresiasinya kepada BMKG yang selama ini membantu sekali dalam hal informasi terkait cuaca dan iklim. Hal ini, kata Hasan, sangat bermanfaat dan mendukung terhadap kapal kapal yang beroperasi dilintasan ini sehingga kedepannya tambah baik serta selamat dan aman.

Dalam kunjungan kerjanya, Kepala BMKG juga menyempatkan diri mengecek Mobil Radar Milik BMKG (Posko Terpadu Layanan Informasi Cuaca Dan Gelombang), Kapal Fery Eksekutif dan menyempatkan berbincang kepada Nahkoda Kapal terkait tentang layanan informasi cuaca BMKG, mengecek aloptma BMKG (Automatic Weather Station) yang berada di Dermaga 7 dan diakhiri kunjungan ke Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Serang.

Gempabumi Terkini

  • 13 Agustus 2022, 07:18:33 WIB
  • 5.2
  • 10 km
  • 11.49 LS - 119.70 BT
  • 141 km BaratDaya KARERA-SUMBATIMUR-NTT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →
  • 141 km BaratDaya KARERA-SUMBATIMUR-NTT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →

Siaran Pers