Kepala BMKG Apresiasi Walikota Surabaya Terkait Mitigasi Perubahan Iklim, Juga Bahas Penguatan Sistem Mikrozonasi Gempabumi dengan Gubernur Jawa Timur

  • Ibrahim
  • 25 Feb 2020
Kepala BMKG Apresiasi Walikota Surabaya Terkait Mitigasi Perubahan Iklim, Juga Bahas Penguatan Sistem Mikrozonasi Gempabumi dengan Gubernur Jawa Timur

Surabaya, (24/02) - Dalam rangka penguatan sistem pemantauan gempabumi dan peringatan dini tsunami di wilayah Provinsi Jawa Timur, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bersama Sekretaris Utama BMKG Dwi Budi Sutrisno dan Kepala Pusat Seismologi Teknik Bambang Setyo Prayitno melakukan kunjungan kerja ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wailkota Surabaya Tri Rismaharini. Turut serta hadir para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Mengawali kunjungan kerja kali ini, Kepala BMKG beserta rombongan bertandang ke rumah dinas Wali kota Surabaya dan disambut langsung oleh Tri Rismaharini. Dalam kesempatan ini, Risma menyampaikan bahwa Kota Surabaya berhasil menurunkan suhu hingga 2 derajat Celcius. Saat awal masa jabatannya, suhu di Kota Surabaya berkisar 30-31 derajat celcius. "Dengan banyaknya pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH), lambat laun suhunya menurun hingga 28-29 derajat celcius. "RTH ini akan terus ditambah hingga sampai suatu saat nanti, suhu Surabaya bisa mencapai 22 derajat celcius," tutur Risma.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengapresiasi turunnya suhu di Surabaya. Beliau mengatakan dimana saat ini banyak negara di Dunia berupaya untuk menekan suhunya agar tidak bertambah hingga 2 derajat celcius, Surabaya bisa menurunkan suhunya hingga 2 derajat celcius. "Hal ini sangat fenomenal dan benar-benar langka apabila kita cari di belahan bumi manapun, sehingga perlu diapresiasi setinggi-tingginya," tutur beliau. "Mitigasi atau kita dapat beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim global tadi dan ternyata itu semua terjadi di sini (Surabaya).

Mengakhiri kunjungan kerja di Provinsi Jawa Timur, Dwikorita melakukan audiensi dengan Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Dalam paparannya Dwikorita mengatakan, "tujuan kami datang kesini dalam rangka untuk memasang peralatan-peralatan tambahan, terutama untuk peringatan gempabumi dan tsunami agar kecepatan, ketepatan dan akurasinya dapat ditingkatkan."

"Namun selain itu, BMKG juga melakukan pemetaan mikrozonasi Gempabumi, hal ini bertujuan untuk mengetahui zona-zona terutama di kota Surabaya yang paling rentan mengalami getaran saat terjadi Gempabumi", tutur beliau. Mengakhiri pernyataannya, Dwikorita berujar, "hasilnya dapat diterapkan untuk menyempurnakan tata ruang serta menyempurnakan standar bangunan tahan gempa bumi".

Gempabumi Terkini

  • 18 Sep 2020, 01:54 WIB
  • 2.9
  • 10 km
  • 3.44 LS - 128.35 BT
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →

Siaran Pers