Kebut Inovasi 4.0, BMKG Perkuat Kerjasama IPTEK Dengan Negara Paman Sam

  • Murni Kemala Dewi
  • 30 Mei 2018
Kebut Inovasi 4.0, BMKG Perkuat Kerjasama IPTEK Dengan Negara Paman Sam

Amerika Serikat / BMKG mengebut pengejaran target BMKG 4.0 dengan cara melakukan bermacam kerjasama untuk memperkuat pengetahuan dan teknologi yang akan mendukung pemberian informasi yang lebih cepat dan tepat serta dapat dipercaya pada publik Indonesia. Bermacam kerjasama yang dijalankan bukan hanya dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri atau dengan NGO saja tapi juga memperkuat kerjasama dengan pemerintah negara lain yang bisa memberikan dukungan peningkatan pengetahuan dan teknologi bagi keperntingan BMKG. Salah satunya dengan pemerintah Amerika Serikat.

Karena itu, pada saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, ke Amerika Serikat dari tanggal 21-25 Mei 2018, Kepala BMKG memanfaatkan momen tersebut untuk juga menyampaikan harapan BMKG pada pemerintah Amerika Serikat.Menristekdikti melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS) untuk memimpin Delegasi Republik Indonesia (DelRI) dalam pertemuan ke empat Komite Iptek RI AS di Department of State, Bureau of Ocean and International Environmental and Scientific Affairs, Washington DC AS.

Pembentukan Komite Iptek RI AS sejak tahun 2012 ini, merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama Iptek RI AS yang ditandatangani pada tahun 2010. Komite Iptek RI AS ini beranggotakan Tim Pengarah Iptek dari kedua negara yang menentukan kebijakan Iptek prioritas dan program program kerjasama Iptek berdasarkan minat bersama dengan memperhatikan kepentingan dan keuntungan serta manfaat bagi negara RI dan AS.

Selain Menristekdikti dan Kepala BMKG, DelRI juga terdiri dari Sekjen Kemenristekdikti Ainun Na'im, Dirjen Penguatan Risbang Muhammad Dimyati, Karo Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Nelly Florida Riama dan perwakilan KBRI untuk AS di Washington DC: Bhimo Widyo Andoko Asisten Atdikbud, Ronald.

Sementara itu, delegasi AS dipimpin oleh Ibu Judith G Garber, Senior Bureau Official dan Bapak Jonathan Margolis, Deputy Assistant Secrrtary for Science, Space and Health. Delegasi AS juga terdiri dari pejabat tinggi dari United States Agency for International Division (USAid), National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), National Science Foundation (NSF), United State Fish and Wildlife Service (UNFWS), United States Geological Survey (USGS) dan Department of Health and Human Services (DHHS).

Dalam pertemuan didiskusikan topik-topik Iptek dan Inovasi antara lain mengenai :

  1. Kelautan, Atmosferik dan Ilmu Kebumian, ie 'climate observation, Indonesian Leadership under the Years of the Maritime Content (YMC), sustainable tourism to marine protected areas'. Terkait topik ini Kepala BMKG dalam pertemuan tersebut memberikan informasi tentang observasi yang dilakukan oleh Stasiun GAW di Kototabang, Palu dan Sorong yang berkontribusi bagi pengamatan iklim global. Kepala BMKG juga memberikan penjelasan tentang kepemimpinan Indonesia dalam kegiatan terkait YMC.
  2. Lingkungan Hidup dan Biodiversity, ie 'science to inform wild trafficking efforts, GLOBE, wildlife diseases'
  3. Program pendukung Iptek Inovasi dan Kewirausahaan, ie 'entrepreneurship and angel investor training, women in Science Technology Environment and Math'. Untuk kaitannya dengan entrepreneurship Kepala BMKG juga memberikan penjelasan tentang rencana BMKG untuk mengembangkan kerjasama dengan swasta melalui skema Public Private Partnership.
  4. Topik Lintas Sektoral termasuk ie 'S and T Funding Priorities', 'Indonesia ST Reforms' dan 'Research Permit'. Mengenai masalah Riset Permit, Menristekdikti mengungkapkan peraturan yang sedang dirancang untuk mempermudah proses perijinan yang melibatkan peneliti asing.

Kedua Negara, RI dan AS, menyatakan apresiasi atas kerjasama Iptek dan Inovasi yang telah terjalin dengan baik selama ini dan bersepakat akan meningkatkan kolaborasinya dengan semua pihak yang terkait di RI dan AS.

Pada kesempatan kunjungan kerja di Washington DC ini, Menristekdikti bersama Kepala BMKG dan seluruh delegasi juga berkesempatan mengunjungi Goddard Space Flight Center NASA dan NOAA Satellite Operations Facility. Pada kunjungan di NASA diperlihatkan program Global Learning and Observations to Benefit the Environment (GLOBE) yang intinya pelibatan masyarakat dalam kegiatan terkait lingkungan. Kemudian dilakukan juga kunjungan ke Aerosol Robotic Network (AERONET) yang masih berada di lingkungan NASA dimana seluruh jaringan AERONET yang ada di seluruh dunia dikalibrasi di tempat ini termasuk yang dari Indonesia.

Selanjutnya Kepala BMKG dan Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG juga melakukan kunjungan ke fasilitas NOAA yang ada di Maryland yaitu Climate Prediction Center (CPC) dan Ocean Prediction Center. Pada kesempatan tersebut dibicarakan kerjasama yang sudah berlangsung selama ini diantaranya kegiatan International Desk yang sudah diadakan dari tahun 2015 dimana BMKG mengirimkan dua staf untuk melakukan magang di CPC selama 4 bulan di bawah bimbingan Dr. Wassila Thiaw. Pertemuan dilanjutkan di Kantor Pusat NOAA di Silverspring dan bertemu dengan Dr. Louis Uccelini, Direktur dari National Weather Service NOAA dan Dr.Craig Mc Lean, Assistant Administrator, Oceanic and Atmospheric Research NOAA. Dalam hal ini disampaikan apresiasi NOAA atas kontribusi BMKG dalam kegiatan pemeliharaan buoy RAMA di Samudera Hindia dalam kegiatan Indonesia Prima dan juga tindak lanjut kerja sama NOAA BMKG di masa mendatang. Sebelumnya juga dilakukan diskusi dengan Dan Beardsley terkait Weather Ready Nation.

Kepala BMKG juga melakukan kunjungan ke berbagai instansi seperti ke San Diego untuk melakukan pembicaraan terkait Year of Maritime Continents yaitu kegiatan Equatorial Line Observations (ELO), inovasi teknologi maritim dan kegiatan lain terkait penelitian dan pengembangan SDM dengan SCRIPPS Scripps Institution of Oceanography, UC San Diego dengan Dr. Janet Sprintall serta dengan Dr. Eric Terril. Kemudian juga dilakukan kunjungan ke Liquid Robotics-Boeing Company terkait rencana pelaksanaan kerjasama dalam kerangka Public Private Partnership di Sunnyvalle.

Terakhir Kepala BMKG melakukan kunjungan kerja ke Pacific Marine Environmental Laboratory (PMEL) di Seattle. Dalam kesempatan ini dilakukan pembicaraan terkait Tsunami Research, kegiatan YMC di laut Banda, Indonesia Prima, diskusi tentang beasiswa NOAA untuk jenjang Doktoral dan Master di University of Washington dan invoasi-inovasi terkait pengamatan laut yang dikembangkan di PMEL diantaranya mooring buoy, coastal glider dan sail drone. Pada kesempatan ini Kepala BMKG dan Kapus Meteorologi Maritim diterima oleh Dr. Diego Arcas, Dr. Chidong Zhang dan Dr. Michael Mc Phadden.

Gempabumi Terkini

  • 25 Jan 2021, 14:53 WIB
  • 4.4
  • 10 km
  • 1.78 LS - 133.48 BT
  • Pusat gempa berada di darat 22 km TimurLaut Teluk Bintuni
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Bintuni
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 22 km TimurLaut Teluk Bintuni
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Bintuni
  • Selengkapnya →

Siaran Pers