Internasional Workshop on Biomass Burning `BMKG Berperan Dalam Pendeteksian Emisi Kebakaran Vegetasi`

  • Petugas Web
  • 30 Agu 2016
Internasional Workshop on Biomass Burning `BMKG Berperan Dalam Pendeteksian Emisi Kebakaran Vegetasi`

Jakarta, (29/8). Pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan telah menjadi persoalan dan perhatian dalam beberapa dasawarsa terakhir. Sejak tahun 2009, Beberapa negara di Asia Tenggara dan sekitarnya sangat konsen dalam hal kebakaran hutan dan lahan. Perisitiwa kebakaran hutan dn lahan membawa dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan, serta kegiatan ekonomi produktif terganggu di wilayah yang terkena dampak.

Berdasarkan data dari Bappenas bersama Bank Pembangunan Asia mendata jumah lahan yang terkena dampak El-Nino 1997/1998 mencapai 9.75 hektar. Sementara di tahun 2015 kemarin, lahan terbakar mencapai 3,1 juta Ha, seperti yang diutarakan Kepala BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, M. Eng pada kegiatan International Workshop on Biomass Burning.

Kajian ilmiah Tanford (2014) memberikan gambaran bahwa kontribusi biomass burning pada peningkatan kenaikan suhu global mencapai 0.4 derajad celcius, 7% diantara diakibatkan oleh peningkatan jumlah titik panas akibat api yang menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.

`Peristiwa kebakaran hutan dan lahan menjadi sesautu permasalahan yang strategis. Secara global mencatat bahwa persoalan Kebakaran biomass ini menjadi perhatian secara global karena memberikan kontribusi pada peningkatan temperatur global dan kesehatan, ` tutur Andi Eka Sakya di depan media massa.

Andi Eka menambahkan dari kondisi inilah, maka Badan Meteorologi Dunia/ WMO meminta BMKG untuk menyelenggarakan kegiatan Internasional Workshop on Biomass Burning. `Kita mengetahui bahwa untuk mengetahui pemanasan gobal, membutuhkan monitoring dari konsentrasi karbon. Sejak tahun 1996, Indonesia telah ditunjuk sebagai jaringan stasiun Global Atmospheric Watch (GAW) yang ada di Kototabang, Sumatera Barat, `imbuh Andi Eka.

Dalam penjelasannya, Andi Eka menambahkan melihat masih kurang representatif dibangunnya GAW di Kototabang Sumatera Barat, maka sejak tahun 2010 dan 2013 dibangun GAW di Palu, Sulawesi Tengah dan Sorong, Papua Barat.

`Workshop Internasional ini diharapkan sebagai wadah pelatihan dalam proses pembangunan Regional Vegetation Fire and Smoke Polution Workshop yang diikuti peserta dari ASEAN,`imbuh Andi Eka Sakya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI , Resmikan 2 Stasiun GAWHari ini Menteri Lingkungan dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya meresmikan secara simbolik 2 Stasiun GAW, yaitu Stasiun GAW di Palu, Sulawesi Tengah, dan Sorong, Papua Barat . `Dalam workshop ini akan difokuskan pada pengendalian kebakaran hutan serta dalam Workshop kali ini akan diadakan pelatihan terkait Vegetation Fire and Smoke Pollution Warning, seperti yang diutarakan Kepala BMKG,`ujar Siti Nurbaya.

Berdasarkan data terkini (Agustus 2016) bahwa lahan yang paling banyak terbakar di Riau adalah lahan masyarakat sehingga membutuhkan usaha keras dari berbagi pihak, salah satunya dalam pengambilan keputusan terkait pembukaan lahan tanpa bakar.

Siti Nurbaya mengharapkan melalui workshop ini akan dibahas metode peringatan dini penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan, serta metode dalam pendeteksian kebakaran hutan hingga penyebaran asap. `Saya dengan adanya stasin GAW dapat mencatat laju gas-gas rumah kaca yang membawa dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan sehingga dapat dilakukan pengendalian perubahan iklim, `harap Siti Nurbaya.

Workshop ini dihadiri wakil dari 12 negara, baik sebagai pembicara maupun peserta. Pembicara penting dalam workshop ini, antara lain:
Prof. Dr. Alexander Bakianov, Scientific Officer Atmospheric Research & Enviroment
Branch, World Meteorological Organization (WMO);
Dr. Melita Keywood, Principal Research Scientist, Group Leader Earth Health CSIRO Ocean and Atmosphere Flagship-Australia;
Dr. Johannes Kaiser, Max Planck Institut for Chemistry-Jerman;
Prof. Dr. Johann Georg Goldmmer, Director Global Fire Monitoring Center (GFMC0), Freiburg University-Germany;
Representative dari ASEAN Secretariat;
Indonesia diwakili, antara lain:Prof. Dr. Bambang H Saharjo (IPB), juga dari Kementerian LHK, Kementerian Kesehatan, Badan Restorasi Gambut (BRG), dan dari BMKG.

Gempabumi Terkini

  • 30 Sep 2020, 23:03 WIB
  • 3.6
  • 4 km
  • 3.85 LU - 96.74 BT
  • Pusat gempa berada di darat 24 Km Barat Laut Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat daya
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Blang Pidie
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 24 Km Barat Laut Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat daya
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Blang Pidie
  • Selengkapnya →

Siaran Pers