Indonesia Terlibat dalam Kemitraan untuk Memprediksi Cuaca dan Iklim Guna Melindungi Kehidupan Asia Tenggara

  • Rozar Putratama
  • 21 Jun 2018
Indonesia Terlibat dalam Kemitraan untuk Memprediksi Cuaca dan Iklim Guna Melindungi Kehidupan Asia Tenggara

Jakarta - Kamis (21/6) Indonesia turut serta dalam kemitraan bersama dengan Inggris, Malaysia, dan Filipina untuk membantu para ilmuwan memahami cuaca ekstrem serta melindungi kehidupan dan mata pencahariaan di Asia Tenggara.

Kemitraan ini lebih dikenal dengan nama Kemitraan Jasa Ilmu Cuaca dan Iklim Asia Tenggara "Weather And Climate Science For Service Partnership Southeast Asia" (WCSPP-SEA). Melalui kemitraan ini ilmuwan dari Indonesia akan bekerjasama dengan ilmuwan dari negara peserta lainnya untuk memahami penyebab cuaca ekstrem, meningkatkan ketepatan dan keandalan model-model cuaca serta iklim, dan sistem peringatan dini.

Turut sertanya Indonesia dalam kemitraan ini melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Kepala Puslitbang BMKG menyampaikan apresianya "Bahwa dalam kemitraan ini bersama dengan mitra lainnya kami merasa sangat senang menjadi perwakilan di Asia Tenggara dan mengemban tugas yang penting ini. Kami akan meningkatkan kemampuan kami bersama untuk memahami, memprediksi dan mempersiapkan dampak cuaca ekstrem. BMKG juga merasa bangga menjadi tuan rumah untuk pertemuan ini, dimana ilmuwan yang bergabung dalam kemitraan WCSSP-SEA akan berkolaborasi untuk sharing ilmu dan pengetahuan dalam rangka mencapai tujuan ke depannya", ujar Kepala Puslitbang BMKG Dr. Urip Haryoko.

Bergabungnya Indonesia sebagai negara anggota ke empat ini BMKG bersama denga UK. Met. Office sebagai perwakilan dari Kedutaan Inggris telah sepakat bahwa kerjasama kemitraan ini akan berlangsung selama tiga tahun ke depan. Awal bergabungnya kemitraan BMKG dalam Jasa Ilmu cuaca dan iklim ini ditandai dengan pembukaan workshop yang dibuka Deputi Bidang Instrumentasi Kalibrasi dan Rekayasa Dr. Widada Sulistya, DEA yang diselenggarakan di Grand Mercure Hotel.Pada kesempatan ini Dr. Widada juga melakukan pertukaran memorandum kesepakatan dengan Direktur Meteorologi Met. Office UK Profesor Simon Vosper.

Gempabumi Terkini

  • 18 Sep 2020, 01:54 WIB
  • 2.9
  • 10 km
  • 3.44 LS - 128.35 BT
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →

Siaran Pers