BMKG Terima Hibah Tanah Dua Hektare dari Pemkab Sukabumi

  • Dwi Herlambang Ade Putra
  • 09 Agu 2023
BMKG Terima Hibah Tanah Dua Hektare dari Pemkab Sukabumi

Sukabumi (8 Agustus 2023) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima hibah berupa aset tetap sebidang tanah seluas dua hektare yang berlokasi di Jalan Cikeong, Kecamatan Pelabuhan Ratu, dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Rencananya, tanah ini akan dipergunakan untuk pembangunan kantor Stasiun Geofisika BMKG di Wilayah Sukabumi.

Sekretaris Utama BMKG Dwi Budi Sutrisno menyampaikan dalam rangka mitigasi bencana, BMKG akan terus bekerja sama dengan Pemkab Sukabumi. Di antaranya adalah mengembangkan sistem peringatan dini dan penyuluhan kepada masyarakat terkait tindakan yang harus diambil manakala terjadi gempa bumi atau ancaman geofosika lainnya.

"Stasiun Geofisika di Kabupaten Sukabumi ini akan menjadi pusat penting dalam mengumpulkan data geofisika, memonitor potensi gempa bumi, dan menghasilkan informasi yang tepat waktu serta akurat," kata Dwi Budi di Ruang Utama Pendopo Sukabumi, Selasa (8/8).

Tidak hanya itu, BMKG juga akan terus melakukan inovasi dalam teknologi dan metode analisis sehingga informasi yang disampaikan dapat lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat. BMKG juga memiliki komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kehandalan informasi yang disajikan kepada masyarakat.

Oleh karenanya, BMKG sangat mengapresiasi hibah tanah yang diberikan oleh Pemkab Sukabumi. Kolaborasi dan sinergi antar kedua belah pihak tentunya akan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat, terutama dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam khususnya di wilayah Sukabumi.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami menyampaikan Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah di Indonesia yang memiliki risiko bencana hidrometeorologi cukup tinggi. Berdasarkan monitoring yang dilakukan, frekuensi dan intensites kebencanaannya nampak terus meningkat seiring berjalannya waktu.

"Kabupaten Sukabumi berpotensi mengalami multibencana dalam waktu bersamaan. Fakta seperti terjadinya banjir besar, banjir bandang, longsor, dan pergeseran tanah telah beberapa kali menimpa hingga menimbulkan korban jiwa," kata Marwan.

Rentetan bencana alam tersebut, tentunya harus diantisipasi dengan menguatkan manajemen penanganan bencana dan meningkatkan kemampuan mitigasi agar mengurangi risiko korban jiwa, kerusakan, dan kerugian harta benda. Mitigasi ini, menurut Marwan harus dilakukan secepat mungkin karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Terlebih lagi kemungkinan adanya gempa bumi Megathrust masih menghantui wilayah perairan di Jawa Barat termasuk Sukabumi. Potensinya berasal dari dua sumber yakni Megathrust Selatan Jawa Barat dan sesar dasar seperti Sesar Cimandiri," ujarnya.

Mengetahui fakta-fakta potensi bencana alam tersebut, Pemkab Sukabumi meyakini bila kantor Stasiun Geofisika di wilayah Sukabumi sudah terwujud maka BMKG bisa lebih maksimal membantu, termasuk menyampaikan informasi tentang cuaca, iklim, gempa, dan tsunami. Pun, informasi yang diberikan juga akan lebih cepat diterima oleh masyatakat Kabupaten Sukabumi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Kepala Biro Umum dan SDM BMKG, Plt. Deputi Geofisika BMKG, serta pejabat struktural BMKG. Hadir pula Sekretaris Daerah Pemkab Sukabumi, Kepala BPKAD, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, dan Kabid Aset BPKAD Kabupaten Sukabumi.

Gempabumi Terkini

  • 26 Februari 2024, 00:33:47 WIB
  • 4.8
  • 12 km
  • 0.63 LU - 98.52 BT
  • Pusat gempa berada di laut 78 km TimurLaut Nias Selatan
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Tapanuli Tengah
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 78 km TimurLaut Nias Selatan
  • Dirasakan (Skala MMI): II-III Tapanuli Tengah
  • Selengkapnya →

Siaran Pers