BMKG Resmikan Tanjung Benoa menjadi UNESCO-IOC Tsunami Ready Community

  • Ibrahim
  • 31 Mei 2022
BMKG Resmikan Tanjung Benoa menjadi UNESCO-IOC Tsunami Ready Community

Bali - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meresmikan Kelurahan Tanjung Benoa dikukuhkan sebagai Komunitas Siaga Tsunami Internasional UNESCO IOC yang berlangsung pada Sabtu, (28/5). Kegiatan ini juga tergabung dalam rangkaian Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 di Bali atau Tsunami Ready Community. Sertifikat Pengakuan (Certificate of Recognition) disampaikan oleh Mohamed Djelid, Director of the UNESCO Regional Science Bureau for Asia and the Pacific didampingi Kepala BMKG, Gubernur Bali, dan Senior Advisor UNDP Bangkok Regional, Sanny Jegillos.

"Tanjung Benoa ini adalah komunitas di Indonesia yang pertama kali mendapatkan pengakuan internasional UNESCO-IOC sebagai Tsunami Ready Community. BMKG telah memprakarsai Sekolah Lapang Tsunami Ready guna mendukung program Tsunami Ready di Indonesia. Sekolah Lapang tersebut bahkan merupakan Program Prioritas Nasional untuk mewujudkan masyarakat yang siaga menghadapi gempa dan tsunami."ujar Dwikorita

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG menyampaikan bahwa Tsunami Ready adalah program peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman tsunami dengan berbasis pada 12 indikator yang telah ditetapkan UNESCO-IOC. Menyiapkan masyarakat Tanjung Benoa sebagai Tsunami Ready Community adalah tepat, mengingat hampir seluruh wilayahnya dikelilingi lautan dan berhadapan dengan zona Megathrust Selatan Bali sebagai sumber gempabumi potensi tsunami yang memiliki magnitudo maksimum M8,5.

"Tahun 2022, BMKG telah mengusulkan 7 komunitas termasuk Tanjung Benoa, untuk mendapatkan pengakuan Tsunami Ready Community dari UNESCO. 6 (enam) komunitas lainnya yaitu Panggarangan-Lebak, Pangandaran, Glagah-Kulon Progo, Kemadang-Gunung Kidul, Tambakrejo-Malang, dan Kuta-Mandalika, dalam proses pengakuan internasional tersebut." Imbuh Suci, fasilitator Tsunami Ready BMKG, menambahkan.

Tsunami Ready Community akan tercapai apabila dilakukan secara kolaboratif melibatkan semua pihak, sehingga 12 indikator yang ditetapkan oleh UNESCO dapat dipenuhi dengan baik. Oleh karenanya, Kelurahan Tanjung Benoa telah melibatkan banyak pihak untuk mewujudkan hal tersebut.

Melalui dampingan BMKG, Kelurahan Tanjung Benoa telah memiliki Peta Bahaya Tsunami agar masyarakat memahami zonasi bahaya tsunami di wilayahnya. 7 hotel di wilayah Tanjung Benoa, yaitu: Peninsula Bay Resort , Benoa Sea Suites Villas , Grand Mirage Resort , Ion Bali Benoa, Rasa Sayang , Novotel dan The Sakala Resort, telah menyiapkan tempat evakuasi tsunami vertikal yang selain dapat digunakan oleh tamu, juga oleh masyarakat sekitar.

Dalam menyiapkan indikator kesiapsiagaan, Tanjung Benoa juga telah melibatkan sekolah untuk melatih siswa melakukan simulasi gempabumi dan tsunami secara rutin. Papan rambu arah dan peta evakuasi tsunami telah terpasang melalui kerja bersama BMKG, BPBD Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, dan organisasi internasional UNDP.

Selain penyerah sertifikat pengakuan Tsunami Ready, diserahkan pula sertifikat penghargaan kepada personil dan fasilitator yang telah mendampingi Tanjung Benoa Tsunami Ready yaitu:
1. I Wayan Sudhiana, Lurah Tanjung Benoa
2. Dr. I Wayan Deddy Sumantra, Ketua FPRB Tanjung Benoa
3. Sri Sudharmini, Kepala Sekolah SDN 2 Tanjung Benoa
4. Made Ariantha General Manager Mirage Hotel,
5. Suci Dewi Anugrah, fasilitator BMKG
6. Hidayanti, fasilitator BMKG
7. Septa Anggraini, fasilitator BMKG
8. Tommy Gunawan, fasilitator BMKG
9. Daryono, fasilitator BMKG

Gempabumi Terkini

  • 17 Agustus 2022, 19:01:14 WIB
  • 4.4
  • 7 km
  • 1.57 LS - 139.13 BT
  • Pusat gempa berada di laut 53 km timur Laut Sarmi
  • Dirasakan (Skala MMI): II Sarmi
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 53 km timur Laut Sarmi
  • Dirasakan (Skala MMI): II Sarmi
  • Selengkapnya →

Siaran Pers