BMKG Peringati Hari Pahlawan

  • Rachmat Hidayat
  • 10 Nov 2016
BMKG Peringati Hari Pahlawan

JAKARTA - Kamis (10/11/2016), BMKG peringati Hari Pahlawan ke-71 Tahun 2016, dengan mengadakan Upacara Bendera yang mengangkat tema "Satukan Langkah Untuk Negeri" di Halaman Kantor Pusat BMKG. Upacara diikuti oleh para Pejabat Eselon I, II, III dan IV serta seluruh Pegawai di lingkungan BMKG, bertindak selaku Inspektur Upacara Sekretaris Utama BMKG Dr. Widada Sulistya, DEA.

"Upacara memperingati Hari Pahlawan adalah sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan," Hal ini dikemukakan Dr. Widada Sulistya, DEA dalam membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia.

Peristiwa tersebut memberi kita pelajaran moral bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah "politik Ketakutan", melainkan "politik harapan". Seberat apapun tantangan dan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan. Pengalaman merebut dan mempertahankan kemerdekaan juga menunjukkan betapa spirit perjuangan dan mental - karakter kepahlawanan memiliki daya hidup yang luar biasa dalam menghadapi berbagai rintangan dan penderitaan.

Dengan meminjam ungkapan Bung Karno, semangat kepahlawanan adalah semangat rela berjuang, berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. Setiap zaman memiliki tantangannya tersendiri. oleh karena itu, setiap zaman harus mengembangkan respon kepahlawanan yang sesuai dengan zamannya.

Setelah Indonesia merebut kemerdekaannya, Semangat Kepahlawanan tidak cukup hanya dengan mempertahankan patriotisme defensif, kita butuh patriotisme yang lebih positif dan progresif. Patriotisme sejati bukan sekadar mempertahankan melainkan juga memperbaiki keadaan negeri. patriotisme progresif dituntut menghadirkan kemandirian bangsa tanpa terperosok pada sikap anti-asing.

Dalam rangka mencapai perikehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, patriotisme progresif harus mengembangkan ketahanan bangsa untuk bisa mandiri dalam ekonomi, berdaulat dalam bidang politik dan berkepribadian dalam kebudayaan. Sejalan dengan orientasi Trisakti tersebut, Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil presiden H.M. Jusuf Kalla hadir dengan menawarkan VISI transformatif: "Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.

Gerakan Revolusi mental diharapkan bisa mendorong Gerakan Hidup Baru dalam bentuk perombakan cara berfikir, cara kerja, cara hidup yang merintangi kemajuan dan peningkatan pembangunan cara berfikir, cara kerja serta cara hidup yang baik.

Hal yang penting yang diambil dari Amanat Menteri Sosial RI, sebagai Aparatur Sipil Negara hendaklah terus berjuang, bekerja dan berkarya menjadi Pahlawan Bagi diri sendiri, pahlawan Bagi Lingkungan, Pahlawan Bagi Masyarakat maupun Pahlawan bagi Negeri ini, ungkapnya.

Gempabumi Terkini

  • 24 Sep 2020, 16:35 WIB
  • 4.1
  • 10 km
  • 3.62 LS - 128.33 BT
  • Pusat gempa berada di darat 19 km timur laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): III Ambon, III Kairatu
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 19 km timur laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): III Ambon, III Kairatu
  • Selengkapnya →

Siaran Pers