BMKG : Kolaborasi Untuk Tingkatkan Keselamatan Penerbangan di Papua

  • Murni Kemala Dewi
  • 27 Apr 2018
BMKG : Kolaborasi Untuk Tingkatkan Keselamatan Penerbangan di Papua

Jakarta - Jumat (27/4/2018) Papua, pulau yang berada di ujung Timur Indonesia, memiliki intensitas hujan tinggi - sangat tinggi dengan kondisi yang bervariasi tergantung keadaan alam sekitarnya. Selain itu pulau yang berada di sebelah Selatan garis khatulistiwa ini, memiliki karakteristik daerah pegunungan dengan kondisi iklim yang bervariasi pula. Keadaan alam ini menjadi sebuah tantangan tersendiri, terutama jika dikaitkan dengan jaminan keselamatan penerbangan di Papua. Banyak sekali bandara-bandara di Papua yang masih belum memiliki peralatan yang layak dalam mendukung jaminan keselamatan penerbangan.

Untuk mendukung peningkatan jaminan keselamatan penerbangan di Papua, BMKG memiliki kantor meteorologi di 14 bandara di Papua. Selain itu juga telah membangun 5 radar cuaca di Papua dan akan ditambah pada tahun 2018 ini dengan 1 radar untuk ditempatkan di Wamena. Selain radar cuaca, BMKG juga akan menambah sebaran Automated Weather Observing System (AWOS) di 12 bandara di wilayah Papua yaitu : Bandara Kepi, Bandara Babo, Bandara Teluk Bintuni, Bandara Inanwatan, Bandara Teminabuan, Bandara Bilorai, Bandara Ewer, Bandara Ilu, Bandara Numfor Biak, Bandara Tanah Merah, Bandara Enarotali dan Bandara Ransiki. Sementara 1 display cuaca juga akan ditambah oleh BMKG yaitu di Bandara Frans Kaisiepo Biak. Namun semua ini tidak cukup, masih banyak bandara-bandara lain di wilayah Papua yang membutuhkan informasi meteorologi untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Oleh karena itu, BMKG menyiapkan beberapa rencana kegiatan di tahun 2018 ini, khusus untuk meningkatkan safety penerbangan di Papua.

Rencana ini disampaikan BMKG dalam diskusi bersama dengan KNKT, TNI Angkatan Udara, AIRNAV dan Dirjen Perhubungan Udara di Kantor BMKG Pusat. Diskusi ini diadakan bertujuan untuk mengurai permasalahan keamanan dan keselamatan penerbangan, khususnya di Papua. Ada 3 poin yang disampaikan oleh BMKG terkait rencana kegiatan tahun 2018 khusus wilayah Papua pada saat diskusi, yaitu :

  1. Akan ada penambahan alat otomatis dan integrasi
  2. Akan dibangun di beberapa bandara Remotely Aeronautical Meteorology Information (RAMI)
  3. Akan ditambahnya Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan di daerah Papua.

Namun ketiga rencana tersebut bukannya tanpa tantangan. Permasalahan SDM, moratorium, jumlah Stasiun Meteorologi yang tidak sebanding dengan jumlah bandara dan diperlukannya anggaran yang tidak sedikit, menjadi sebuah persoalan yang harus bisa diatasi bersama.

"Dalam Rakornas BMKG telah disusun target pemenuhan 100% kelengkapan bandara dalam waktu 2 tahun. Saat ini baru sekitar 20%. Namun ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam hal keselamatan penerbangan . BMKG menyadari bahwa untuk menghadapi tantangan dalam pemenuhan kelengkapan keselamatan penerbangan tersebut, harus dihadapi secara bersama"ucap Kepala BMKG, Prof.Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D.

Hal ini disambut baik oleh Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono yang menyampaikan bahwa radar cuaca sangat diperlukan di dalam keselamatan penerbangan khususnya di Papua. Beliau juga menjelaskan bahwa pertemuan ini akan menekankan pada diskusi penyelelesaian permasalahan terkait keselamatan penerbangan untuk wilayah Papua. Diharapkan hasil dari pertemuan ini, dalam waktu dekat akan segera dihasilkan beberapa forecaster yang merupakan anggota Paskas AU untuk ditugaskan di bandara di wilayah Papua. BMKG yang akan berperan besar untuk mentraining para forecaster ini.

Sementara itu Komandan Korps Pasukan Khas TNI AU, Marsekal Muda TNI Theodorus Seto Purnomo menyatakan siap bekerjasama dengan BMKG, KNKT dan AIRNAV untuk meningkatkan jaminan keamanan dan keselamatan penerbangan. Beliau juga menekankan betapa pentingnya pelatihan dari BMKG guna membantu meningkatkan kemampuan pasukan TNI AU yang siap membantu KNKT dan BMKG di daerah-daerah. Untuk wilayah timur sendiri, TNI AU telah menyebarkan petugasnya di beberapa Bandara. Oleh karena itu, petugas-petugas tersebut siap dimanfaatkan untuk membantu dalam meningkatkan keselamatan penerbangan di wilayah Papua.

Tidak jauh berbeda, Direktur Personalia dan Umum AIRNAV, Bapak Rahadi Sulistyo, juga menyampaikan kesiapan AIRNAV dalam memberikan bantuan dana pendidikan untuk SDM-SDM yang siap ditugaskan di wilayah timur Indonesia, terutama Papua. Airnav juga telah menyelenggarakan program beasiswa anak negeri Papua yang lulusannya nanti siap untuk ditempatkan di wilayah Papua. Selain itu, AIRNAV juga meminta BMKG untuk bisa memberikan sertifikasi pada petugas-petugas hasil training BMKG yang siap memberikan layanan cuaca penerbangan.

Diskusi bersama ini ditutup dengan pernyataan dari Ketua KNKT yang berharap agar rencana tindak lanjut peningkatan kapasitas layanan meteorologi di wilayah Papua dapat segera direalisasikan. Demikian juga program peningkatan kapasitas dan penugasan petugas di bandara dalam rangka meningkatkan keselamatan penerbangan.

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

Gempabumi Terkini

  • 24 Sep 2020, 16:35 WIB
  • 4.1
  • 10 km
  • 3.62 LS - 128.33 BT
  • Pusat gempa berada di darat 19 km timur laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): III Ambon, III Kairatu
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di darat 19 km timur laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): III Ambon, III Kairatu
  • Selengkapnya →

Siaran Pers