BMKG Dukung Asuransi Sompo untuk Lindungi Petani dari Kerugian Akibat Kekeringan

  • Taufiq Kurniawan
  • 02 Mei 2017
BMKG Dukung Asuransi Sompo  untuk Lindungi Petani dari Kerugian Akibat Kekeringan

Jakarta - Selasa (2/5), BMKG melakukan kerjasama dengan Asuransi Sompo untuk melindungi petani dari kerugian akibat kekeringan. Sompo mendapat dukungan kuat dari BMKG sebagai partner utama sebagai penyedia informasi cuaca dan iklim. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Kepala BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng dengan Presiden Direktur Asuransi Sompo, Mr. Daniel Neo yang disaksikan Direktur Industri Keuangan Non Bank Syariah OJK, Mr. Mochammad Muchlasin di Gd. Serbaguna BMKG Pusat.

Weather Index Insurance (WII) atau Asuransi Indeks Cuaca dalam hal ini terkait curah hujan adalah asuransi mikro yang melindungi petani saat terjadi kerugian atau penambahan biaya pada sawah mereka ketika mengalami kekeringan. WII ini merupakan bagian dari inisiatif dan inovasi Sompo Holdings yang berpusat di Jepang. Asuransi ini menggunakan angka ambang indeks cuaca yang telah ditentukan yang dapat menyebabkan bencana kekeringan.

Sompo telah meneliti dan menyediakan skema asuransi curah hujan untuk petani di beberapa negara yaitu: Thailand, Philipina, Myanmar, dan Sekarang Indonesia. Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lombok Tengah dipilih sebagai pilot project. Berdasarkan data dari Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (2015), penyebab gagal panen di kedua kabupaten tersebut adalah 88 persen kekeringan. Meski tidak ada catatan resmi mengenai kerugian finansial yang dialami petani, namun diperkirakan total kerugian panen sebesar 500 miliar per tahun.

Pihak Asuransi Sompo berkesempatan mengunjungi ruang operasional BMKG untuk cuaca, iklim, gempabumi dan tsunami serta mencoba simulasi gempabumi. Setelah penandatangan perjanjian, Kepala BMKG dan Presiden Direktur Asuransi Sompo berserta OJK memberikan keterangan pers terkait dengan kerjasama yang dilakukan.

Gempabumi Terkini

  • 18 Sep 2020, 01:54 WIB
  • 2.9
  • 10 km
  • 3.44 LS - 128.35 BT
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di Laut 34 km Timur Laut Ambon
  • Dirasakan (Skala MMI): II Kairatu
  • Selengkapnya →

Siaran Pers